Ahok Minta Jokowi Buat Perpres Proyek LRT

Presiden Joko Widodo Saat Menghadiri Groundbreaking Light Rail Transit (LRT)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhammad Solihin

VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, hampir semua tugas yang didelegasikan kepadanya oleh Presiden Joko Widodo saat meninggalkan kursi Gubernur DKI pada 2014 lalu, hampir selesai.

Sepeninggal Jokowi, DKI membangun banyak rumah susun untuk merelokasi warga yang sebelumnya tinggal di hunian liar. DKI membenahi sarana angkutan publik untuk mengurangi kemacetan, dengan memperbaiki kualitas layanan TransJakarta. 
 
Ahok, sapaan akrab Basuki, menjelaskan DKI di bawah kepemimpinannya, juga berhasil menyelesaikan pembangunan masjid di kompleks Balai Kota DKI. Masjid ini, pembangunannya telah direncanakan sejak Jokowi memimpin Jakarta.
 
"Jadi tugas saya, yang Bapak berikan, sudah beberapa kami kerjakan," ujar Ahok di Halaman Masjid Fatahillah, Kompleks Balai Kota DKI, Jumat, 29 Januari 2016.
 
Ahok memberi sambutan saat meresmikan Masjid Fatahillah. Turut hadir, Jokowi yang menandatangani prasasti peresmian masjid.
 
"Tapi tinggal ada satu tugas lagi yang belum selesai Pak," lanjut Ahok.
 
Ahok menjelaskan, tugas itu adalah membangun sarana transportasi kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT). Pembangunan LRT masih menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI untuk menuntaskan masalah macet Jakarta. 
 
Menurut Ahok, pembangunan LRT saat ini masih terkendala, karena rencana trase untuk proyek ini tumpang tindih dengan jalur proyek kereta cepat dan angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) jalur timur-barat.
 
Kepada Jokowi, Ahok meminta agar dibuatkan Peraturan Presiden (Perpres) agar menjamin legalitas Pemerintah Provinsi DKI dalam menunjuk langsung Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Jakarta Propertindo, untuk mengerjakan pembangunannya.
 
Sebelumnya, dengan berbekal Perpres, pemerintah pusat melakukan penunjukan langsung kepada BUMN PT Adhi Karya Tbk untuk menangani pembangunan LRT Indonesia.
 
Ahok yakin, adanya Perpres yang menjamin dilakukannya penunjukan langsung kepada Jakpro, akan mempercepat proses DKI membangun proyek yang direncanakan terintegrasi dengan MRT dan kereta cepat.
 
"Saya sudah bicarakan juga proyek ini dengan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). Mudah-mudahan kami bisa menyelesaikan apa harapan Bapak sewaktu masih jadi gubernur," ujar Ahok.