Ini Penyebab Kawasan Industri Pulogadung Rawan Banjir

Sumber :
  • VIVAnews / Denny Rianto

VIVA.co.id - Untuk mencegah agar kawasan Industri Pulogadung (KIP) tidak banjir, PT. Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), selaku pengelola kawasan itu, melakukan pembenahan di sejumlah titik.

Pembenahan dilakukan mulai dari normalisasi di inlet dan outlet setiap saluran yang akan melintas hingga pembuatan kolam untuk penampungan air. "Sejauh ini sudah 28 persen dilakukan penanganan normalisasi saluran agar genangan tak terjadi lagi," kata Direktur Utama PT. JIEP, Rahmadi Nugroho, Jumat, 5 Februari 2016.

Rahmadi mengungkapkan, pihaknya juga telah meminta dukungan ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk mengatasi masalah tersebut. Pembenahan kali Petukangan yang mengalami penyempitan pun diharapkan segera mendapat dukungan dari Dinas Tata Air DKI Jakarta.

"Untuk itu kami mengharapkan dukungan dari Dinas Tata Air DKI Jakarta untuk melakukan pelebaran. Kami juga sudah bersurat ke Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama terkait masalah ini," katanya.

Menurut Rahmadi, penyebab banjir di kawasan Industri Pulogadung karena kawasan ini dilintasi tiga saluran penghubung. Di antaranya adalah saluran penghubung (PHB) Warung Jengkol sepanjang 520 meter, saluran PHB Rawa Terate sepanjang 1.200 meter dan Kali Petukangan sepanjang 1.600 meter.

Kali petukangan tersebut, kata dia, saat ini mengalami penyempitan. Sebelumnya selebar 12 meter menjadi 6 meter sehingga menyebabkan air meluap.

"Akibatnya kerugian besar harus dialami ratusan perusahaan yang ada, akibat genangan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistem Aliran Wilayah Timur Dinas Tata Air DKI Jakarta Sumaryana mengatakan, pihaknya akan turut mendukung menangani masalah tersebut.

Menurutnya, debit air kali Petukangan memang sangat besar. Untuk itu ada rencana untuk pembangunan embung. "Jadi sebelum dilakukan pelebaran kali, airnya kita tahan dulu di embung," katanya.

Sumaryana mengungkapkan, jika hanya dilakukan pelebaran kali petukangan namun hilirnya tak dilakukan perbaikan, hasilnya akan sama. "Untuk itu, paling lama pekan depan kami akan lakukan peninjauan di beberapa titik untuk mengatasi genangan yang ada," ujarnya.