Gembrong Tergenang, Ahok Nilai Usaha Jatuhkan Kredibilitas

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhammad Solihin

VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yakin media akan digunakan untuk menjatuhkan kredibilitasnya menjelang Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017.

Dalam berbagai pernyataannya kepada media, Ahok, sapaan akrab Basuki, mengklaim berbagai wilayah di Jakarta tidak akan tergenang musibah banjir pada tahun ini. Hal itu dikarenakan mesin-mesin pompa yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI telah dipersiapkan untuk menyedot air di titik-titik rawan genangan.

Meski demikian, pada kenyataannya, mesin-mesin pompa yang dipersiapkan tidak bekerja dengan baik. Enam unit mesin pompa di sekitar underpass Pasar Gembrong, Jakarta Timur, tidak bekerja kemarin sore. Akibatnya, jalan kendaraan di underpass tergenang air setinggi 30 hingga 50 sentimeter pada Sabtu malam, 6 Februari 2016.

"Saya yakin nanti bakal ada beritanya, bilang, 'siapa bilang Jakarta enggak tenggelam?'. Kemudian satu (informasi mengenai daerah yang tergenang) dikeluarin. Kan kurang ajar," ujar Ahok di Underpass Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Minggu, 7 Februari 2016.

Ahok mendatangi langsung Underpass Pasar Gembrong paska kawasan yang ada di wilayah Kelurahan Jatinegara itu tergenang malam tadi. Ahok menerima laporan awal genangan terjadi karena mesin pompa tak bekerja akibat adanya kabel pompa yang digigit tikus.

Di lokasi, Ahok menerima laporan dari petugas penjaga pompa bahwa pompa menjadi tidak berfungsi usai diperbaiki teknisi Dinas Bina Marga. Teknisi tidak menguji coba pompa.

Setelah diperiksa, beberapa kabel listrik ditemukan dipasang secara terbalik. Hal itu membuat Ahok curiga sabotase terjadi untuk mematahkan klaimnya di media yang menyatakan Jakarta tak akan tergenang.

"Orang bilang saya suudzon. Ini bukan suudzon, tapi logika. Di sini (Underpass Pasar Gembrong) tidak pernah banjir, tapi tiba-tiba ada laporan mesin pompa mati," ujar Ahok. (one)