Ternyata, @ypaonganan Si Penghina Jokowi Pembuat Drone

Twitter Yulianus Paonganan atau Ongen
Sumber :
  • Twitter.com/ypaonganan

VIVA.co.id - Kasus yang menjerat Yulian Paonganan alias Ongen, atau pemilik akun Twitter @ypaonganan, masih diproses di Bareskrim Mabes Polri. 

Ongen sudah ditahan polisi kurang lebih 60 hari. Dia ditahan diduga lantaran mengungah foto Presiden Joko Widodo bersama Nikita Mirzani di akunnya.
 
Tak banyak yang tahu siapa sebenarnya Ongen itu. Berdasarkan informasi dari staf Ongen bernama Adithya, diketahui ternyata Ongen merupakan perancang pesawat tanpa awak (drone).
 
Adithya menjelaskan, bertahun-tahun dia melakukan penelitian hanya untuk membuat pesawat tersebut.
 
Drone karya Ongen ini banyak dilirik oleh negara luar. Bahkan, sempat ada yang menawar dengan angka yang sangat fantastis.
 
"Selama 2,5 tahun dia tak pernah lelah dalam mulai melakukan riset sampai membuat drone, kerja kerasnya sangat luar biasa. Karyanya memang ditujukan untuk Indonesia, negara lain melirik dengan harga yang cukup tinggi saja dia hiraukan," ujar Adithya, pada VIVA.co.id.
 
Adit menambahkan, drone karya Ongen ini sangat bermanfaat untuk bangsa yang tidak bisa dinilai dengan uang. Sayangnya, kini Ongen malah ditahan karena mengkritisi Presiden Joko Widodo.
 
"Ini yang harusnya negara berterima kasih untuk seorang Ongen, kecintaannya kepada negara sangat luar biasa," kata Adit.
 
Diketahui, Ongen yang merupakan lulusan doktor kelautan dari Institute Pertanian Bogor (IPB), memiliki pemikiran jika Indonesia harus maju sebagai bangsa maritim yang kuat, tangguh dan disegani bangsa luar.
 
Salah satu yang kerap dikampanyekan yaitu mindset rakyat Indonesia untuk kembali mencintai laut. Jika selama ini laut dianggap sebagai halaman belakang, Ongen berkampanye laut adalah halaman depan bangsa Indonesia.
 
Butuh perjalanan panjang, paling tidak enam tahun terakhir waktu yang telah Ongen habiskan untuk mengubah pola pikir masyarakat yang land base oriented menjadi maritim base oriented
 
Melalui Indonesia Maritime Institute (IMI), dia bergerak dari kampus ke kampus, sekolah ke sekolah, dan dari pulau ke pulau, terus berkampante visi maritim Indonesia.
 
Tidak hanya menyebarkan virus maritim, Ongen merancang pesawat tanpa awak (drone) yang bisa mendarat di laut maupun darat, sebagai salah satu gambaran strategi maritim, bahwa di Indonesia kesatuan darat dan lautan adalah ciri maritim negeri kepulauan.
 
Dengan type Fix Wing Amphibi yang diberi label OS-Wifanusa, drone buatan Ongen adalah satu-satunya di dunia yang mendapat apresiasi dari berbagai negara karena kemampuan amphibi tersebut.
 
Adapun, spek drone yang tengah dirancang, wing span (bentang sayap) 4,2 meter dan 6,4 meter, endurance (waktu terbang) mencapai 8-10 jam, mampu take off dan landing di laut. 
 
Jarak tempuh mencapai 800 hingga 1.000 kilometer. Memiliki kamera surveillance canggih untuk pengawasan maritim, dilengkapi dengan control system (autonomous) canggih. (ase)