Puluhan Calon Jemaah Tertipu Umrah Murah di Depok

Dugaan penipuan berkedok biro Umroh
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

VIVA.co.id - Kasus dugaan penipuan berkedok biro perjalanan Umroh kembali terjadi di Depok, Jawa Barat. Bermodus iming-iming Umroh murah, pelaku pun sukses menipu 40 calon jemaahnya. 

Polisi yang mendapat laporan itu pun tak tinggal diam. Sejumlah penyidik dari Unit Kriminal Umum (Unit Krimum) Polresta Depok ini pun langsung mendatangi kantor travel umrah bodong tersebut. 
    
Namun sayang, kantor travel umrah Konsorsium Simply Umroh (SSI Group) di Jalan Kartini Nomor 51 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Depok, ternyata telah tutup ditinggal kabur pemilik dan manajemen. 
 
Alhasil, polisi pun terpaksa memagari ruko yang terdiri dari tiga lantai ini dengan garis pembatas (police line).
      
Data yang dihimpun menyebutkan, dalam aksinya, penyedia jasa travel tersebut mengiming-imingi calon jemaah dengan paket umroh murah seharga US$1.750. 
 
Bukannya ibadah ke Tanah Suci, malahan puluhan calon jemaah tertipu dan tak kunjung diberangkatkan.
       
Salah seorang karyawan yang bersebelahan dengan ruko penyedia travel umrah tersebut, Batara Aryo, mengatakan pada awal Januari 2016 penyedia jasa travel tersebut masih buka. Tetapi, di pertengahan Januari ruko itu sudah tutup dan jarang buka.
 
"Awal Januari masih buka, tapi jarang-jarang. Kayak sudah dilihat-lihat dulu, kalau sepi dia buka, tapi kalau ramai tidak jadi buka," katanya, Sabtu, 19 Februari 2016.
       
Sedangkan si pemilik, lanjut Batara, hanya datang saat malam hari saja dan kalau pagi atau sore hari tidak ada, yang ada hanya karyawan yang biasa mengurus administrasi saja.
     
"Sekarang pun karyawannya tidak tahu di mana, sudah tutup terus. Padahal banyak sekali yang datang," tutur Batara. 
      
Kekesalan sejumlah korban terlihat dengan jelas di lokasi kejadian dengan banyaknya cat bertuliskan 'awas penipuan'.
      
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Teguh Nugroho, mengatakan sampai saat ini sudah tercatat ada sekitar 40 orang korban yang mengaku tertipu travel tersebut.
      
"Kasusnya masih terus kami kembangkan. Yang bersangkutan, pemilik maupun karyawan travel, tidak ada di lokasi saat kami datangi. Kasusnya kini sedang kami dalami," kata Teguh. (ase)