Tanggul Penahan Kali Bekasi Jebol

Tanggul jebol di pemukiman warga Gang Mawar, Margahayu, Kota Bekasi.
Sumber :
  • Muhammad Hari Fauzan/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Dampak meluapnya kali Bekasi, Minggu, 28 Februari 2016 kemarin, yang menerjang pemukiman warga di Gang Mawar VI RT 08/03, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, mengakibatkan sebuah tanggul di lokasi jebol.
 
Tanggul penahan debit air kali Bekasi itu diketahui jebol setelah air mulai surut pagi hari tadi, Senin, 29 Februari 2016. “Kami rasa jebolnya pas air meluap kemarin dan menggenangi rumah warga setinggi 1,5 meter,” kata salah satu warga Yusron (30), di lokasi jebolnya tanggul.
 
Yusron khawatir, jika tidak segera diperbaiki, air kali Bekasi akan membanjiri perumahan warga setiap kali debitnya meluap melebihi batas kali. Hal ini karena rongga jebolnya tanggul cukup besar, dan saat ini masih musim hujan.

“Tanggul yang jebol lebarnya sampai 2 meter, kalau dibiarkan warga khawatir rumahnya kembali kebanjiran sehingga kami berharap tanggul itu segera diperbaiki,” harapnya.
 
Sebelum jebol, kata Yusron, warga sekitar awalnya melihat air mulai merembesi dinding tanggul setinggi dua meter itu, karena adanya lubang di bagian bawahnya. Air yang mengalir ini pun langsung menggenangi perumahan warga.

“Air mengalir melalui lubang-lubang yang bolong sampai 1,5 meter (ketinggian air),” kata Yusron.
 
Menurut dia, banjir yang melanda pemukimannya sudah kerap terjadi. Paling parah terjadi tahun 2007 lalu, dimana rumahnya terendam air hingga mencapai atap. “Paling parah tahun 2007 sampai seatap rumah,” ungkapnya.
 
Pada kesempatan terpisah, Koordinator Tim Reaksi Cepat (RSC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Feri Santoso, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menambal tanggul dengan karung berisi pasir.
 
"Untuk pencegahan sementara akan kita buat penahan tanggul dari karung berisi air," kata Feri.
 
Menurut dia, saat ini daerah banjir di Kota Bekasi mencapai 71 titik. Dari jumlah tersebut, 49 titik paling parah dengan ketinggian banjir 1-1,5 meter. Hingga kini, sejumlah pemukiman warga juga masih tergenang banjir setinggi 10-30 sentimeter.
 
Beberapa titik itu di antaranya, Perumahan Pondokgede Permai (PGP), Pondok Mitra Lestari (PML), Arenjaya, Dosen IKIP dan sebagainya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Air pada Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, Dicky Irawan, membenarkan bahwa tanggul jebol karena tak mampu menahan derasnya limpahan air dari Bogor.
 
Hingga kini, kata dia, pihaknya masih mengidentifikasi tanggul tersebut untuk menentukan langkah perbaikan. "Secepatnya akan kami perbaiki agar rumah warga tidak terendam lagi," ucap Dicky. (ase)