Cuma Ali Sadikin Gubernur yang Sayang Budaya Betawi

Diskusi seputar budaya Betawi di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (6/3/2016).
Sumber :
  • Foto: Chandra Asmara/VIVA.co.id

VIVA.co.id - Seni budaya Betawi dinilai semakin terancam eksistensinya di era modernisasi yang semakin berkembang pesat. Peran pemerintah untuk tetap menjaga kelestarian budaya Betawi pun dianggap menjadi tantangan ke depan.

Menurut Sejarawan JJ Rizal, di era 1970-an, di mana pada saat itu DKI Jakarta dipimpin oleh mantan Gubernur Ali Sadikin, budaya Betawi sempat menjelma menjadi budaya yang berkembang cukup pesat, karena adanya stimulus yang dilancarkan.

"Kebudayaan Betawi menarik di era 1970-an. Ini semua karena adanya stimulus politik kebudayaan di tingkat pemerintah," ujar JJ dalam sebuah diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu, 6 Maret 2016.

Namun, lengsernya Ali Sadikin sebagai Gubernur DKI dianggap seakan memberikan pukulan telak tersendiri bagi budaya Betawi. JJ mengatakan, sejak saat itu, belum ada satupun Gubernur DKI yang memiliki keinginan untuk tetap menjaga kelestarian dari budaya Betawi.

"Tidak ada Gubernur (lainnya) yang serius melanjutkan konsep budaya Betawi," katanya.

JJ mengharapkan, Gubernur DKI selanjutnya bisa tetap menjaga kultur asli ibu kota tersebut. Sebab sampai saat ini, belum ada peran konkret dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menjaga ekstistensi budaya Betawi.

"Tidak ada keberpihakan pimpinan DKI terhadap budaya Jakarta. Bahkan, keberpihakan pemerintah dalam konteks pengembangan budaya Betawi semakin mengenaskan," tegas Rizal.