Ketua PGRI Sempat Temui Guru Honorer Mashudi

Korban kebakaran di RS Angkatan Laut Mintohardjo.
Sumber :
  • Anwar Sadat/ VIVA.co.id

VIVA.co.id – Meninggalnya Ketua Umum PB PGRI yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sulistiyo, dalam kebakaran di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintiharjo, Jakarta, menjadi duka bagi dunia pendidikan Indonesia. 

Tokoh asal Jawa Tengah ini dikenal gigih memperjuangkan nasib guru, khususnya para guru honorer.

Diketahui, sepekan sebelum meninggal, almarhum Sulistiyo sempat menjenguk Mashudi, guru honorer asal Brebes yang sempat ditangkap polisi atas laporan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi.

"Saat itu beliau pulang ke Semarang. Kemudian hari Jumat, 11 Maret 2016, mengajak saya ke Brebes untuk bertemu Mashudi, guru yang sempat ditahan tapi sudah dilepaskan," kata ketua PGRI Jawa Tengah, Widadi, Senin, 14 Maret 2016.

Menurut Widadi, kunjungan almarhum menemui Mashudi di Brebes karena Sulistyo dia nilai konsisten memperjuangkan kesejahteraan guru. "Beliau itu sangat konsisten dan konsekuen memperjuangkan aspirasi guru," katanya.

Pandangan serupa juga diungkapkan Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah, Ngasbun Egar. Menurutnya, di mata sejumlah akademisi, sosok Sulistyo dikenal gigih dan pantang menyerah.

"Ada mimpi beliau yang belum tercapai di dunia pendidikan. Yakni membawa pendidikan Indonesia menuju mutu yang tinggi dalam rangka menyiapkan generasi kedepan yang lebih baik serta berdaya saing di tingkat global, " ungkapnya kepada VIVA co.id di Semarang, Senin, 14 Maret 2016

Sejak menjabat sebagai Ketua Umum PB PGRI, almarhum dikenal sebagai sosok yang terus mendorong perbaikan kualitas pendidikan nasional, yang bertumpu pada peningkatan proses pembelajaran yang baik.

"Pada saat yang sama beliau juga masih menyempatkan perjuangannya menjadi Ketua Umum Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Swasta Indonesia," kata dia.

Rencananya, jenazah almarhum akan dipulangkan di Semarang, Jawa Tengah pada Selasa pagi, 15 Maret 2016.  Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang pukul 09.30 WIB dan langsung dibawa ke rumah duka.

"Menurut rencana akan dimakamkan di Semarang Selasa siang besok," ungkap Egar.

Namun untuk lokasi pemakaman masih belum ada kepastian. Rencana awal menyebut bahwa mantan Rektor UPGRIS Semarang itu akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang.

Namun, sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan bahwa Sulis akan dimakamkan di kampung halamannya di Banjarnegara.

Sejumlah ucapan belasungkawa dari beberapa tokoh besar di Semarang pun terus mengalir. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bahkan secara khusus mengungkapkan duka mendalam di media sosial atas berpulangnya sosok akademisi senior Jawa Tengah itu.