Cara Pemprov DKI Stabilisasi Harga Pangan Jelang Ramadan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Al Amin

VIVA.co.id – Hal yang sering kali terjadi tiap tahunnya menjelang hari besar keagamaan adalah soal harga pangan. Dan, kali ini menjelang Ramadan, harga bahan-bahan kebutuhan pokok, seperti tahun-tahun sebelumnya, terus merangkak naik.

Misalnya, harga daging yang sudah berada di kisaran Rp110 ribu per kilogram. Harga itu jauh di atas harga nomal pedagang. Alhasil, permintaan terhadap komoditi daging di tingkat pedagang pun mengalami penurunan.

Untuk mengatasi melonjaknya harga tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dalam waktu dekat akan segera melakukan operasi pasar, dengan menggelar pasar murah di beberapa titik-titik tertentu. Ini dilakukan, lantaran Ramadan akan datang tidak lama lagi.

“Kami akan melakukan operasi pasar secara terus menerus, demi mengakomodir kebutuhan bahan pokok,” kata Djarot, saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta, Minggu 22 Mei 2016.

Dia menduga, tingginya harga komoditas pangan menjelang bulan Ramadan memang menunjukkan bahwa masih adanya permainan harga di tingkat spekulan dan tengkulak. Menurut Djarot, jika hal itu terjadi, menyebabkan harga di tingkat pedagang akan tertekan.

“Kalau mereka sudah bermain, lawannya tidak bisa dari pedagang kecil. Harus dari pemerintah,” tegas Djarot.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, akan terus berupaya mengantisipasi terjadinya lonjakan harga kebutuhan bahan pokok di tingkat pedagang. Tidak hanya komoditi daging, melainkan bahan pokok lainnya, seperti beras maupun bawang merah yang saat ini juga masih relatif tinggi dari sisi harga.

“Kami akan gelontorkan semuanya melalui operasi pasar. Jika para spekulan dan tengkulak main di beras, daging, atau bawang merah, kami akan gelontorkan. Kami hajar di situ,” ungkap dia.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebelumnya menyakini bahwa harga bahan pokok dapat ditekan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Menurut dia, stok beras yang mengontribusi naiknya harga kebutuhan pokok lainnya, sudah melebihi target.  

Banyaknya stok beras, memungkinkan pemerintah menggelar serangkaian pasar pangan murah berkualitas, demi menekan harga agar tidak melambung tinggi di pasar. (asp)