Polisi: Truk Ahmad Dhani Ditahan agar Tidak Bikin Macet

Kepala Bagian Mitra Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono.
Sumber :
  • VIVA.co.id / Bayu Januar Nugraha

VIVA.co.id – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, mengatakan, kendaraan dan peralatan untuk pesta rakyat bertema “Tangkap Ahok,” yang akan diselenggarakan di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini memang layak untuk ditahan. Menurut Awi, penyitaan itu untuk mencegah kemacetan parah di depan Gedung KPK dan sekitarnya bila aksi itu jadi terselenggara.

"Jadi kita lakukan tindakan preventif. Nah, ini yang tadi dinihari pukul 03.30 WIB memang intelijen kita mengendus akan ada rencana ada panggung rakyat di depan gedung KPK menggunakan truk trailer. Tahu sendiri kan trailer panjangnya segitu, mau ditaruh di depan KPK. Apa nantinya tidak bikin macet? Apa tidak bikin permasalahan," kata Awi kepada wartawan, Kamis 2 Juni 2016.

Maka, lanjut Awi, polisi langsung bertindak. Ini demi tidak terulangnya lagi dampak dari dua aksi sebelumnya di depan KPK, yang menyebabkan kemacetan parah.

"Karena kita tahu hal itu, makanya tadi malam kita lakukan penindakan, jangan sampai terjadi lagi, jangan sampai polisi dikira terlambat nanti masyarakat bilang kita yang disalahin. Untuk itu tadi malam kita amankan trailer yang berisi perlengkapan sound system, kemudian satu buah mobil box, dan genset," ujarnya.

Awi pun membantah ada alasan lain dengan diamankannya truk tronton dan peralatannya tersebut.

"Sementara hanya itu (sebabkan macet), karena kita memang sudah beberapa kali kejadian di sana dua kali kerusuhan, kita evaluasi makanya terakhir minggu ini kita tetapkan untuk tidak melakukan demo di depan Gedung KPK namun kita akan arahkan ke Gedung KPK yang baru sehingga tidak memacetkan karena kan halamannya luas," ucapnya.

Dia pun menegaskan, sudah memberi peringatan agar tidak melakukan aksi didepan Gedung KPK hingga membuat kemacetan.

"Sudah disampaikan bahwasanya jangan, tapi tetap saja. Sudah kita ingatkan tapi tetap membandel," kata Awi.

(ren)