Aneh! Di USG Ada Dua Janin, Melahirkan Hanya Keluar Satu

Hasil Ultrasonografi atau USG Raudiah Elva Ningsih dari RSUD Budhi Asih.
Sumber :
  • Anwar Sadat

VIVA.co.id – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur masih menyelidiki laporan dugaan hilangnya satu bayi kembar yang dilahirkan secara ceasar di Rumah Sakit Harapan Jayakarta (RSHJ), Pulogadung, Jakarta Timur.

"Pengaduannya itu saya terima dua hari lalu. Sudah saya disposisikan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana Marpaung, Kamis, 16 Juni 2016.

Selain ke polisi, Raudiah Elva Ningsih (37), ibu yang merasa kehilangan satu dari anak kembar yang telah dikandungnya selama 9 bulan juga mengadu ke kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Sama seperti saat melapor ke polisi, kepada tim Komnas PA, Raudiah juga memberikan bukti hasil pemeriksaan Ultrasonografi atau USG dari Puskesmas Jatipadang, Pasar Minggu.

Sealin itu, juga ada USG dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih, termasuk juga USG dari Ruma Sakit Harapan Jayakarta (RSHJ) yang menyatakan bahwa janin yang dikandung Raudiah merupakan bayi kembar.

Dari dokumen USG yang dikeluarkan RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur, saat usia kehamilan Raudah 31 minggu, pada 22 Maret 2016, dapat dipastikan kalau janin yang ada pada kandungan Raudah itu kembar. Janin berjenis kelamin perempuan. Kondisinya cukup sehat karena denyut jatungnya positif dan aktifitas janin normal.

Meski hasil USG menunjukan dalam kandungannya ada bayi kembar, tapi Raudiah hanya melahirkan satu bayi. Raudiah kemudian melaporkan dugaan hilangnya satu bayi kembarnya.

Pihak rumah sakit menyatakan bahwa ia memang hanya punya satu bayi. Saat mencoba bertanya, Raudiah justru dimarahi salah satu asisten dokter.

Dokter dan pejabat rumah sakit menurutnya mengancam akan menuntut balik bila membawa masalah tersebut ke hukum.

Menurut Kasat Reskrim Polres Jakara Timur, Sapta Maulana, hal ini merupakan kasus yang cukup unik. Tapi dia belum dapat memastikan apakah ada pelanggaran pidana dari kasus tersebut.

"Ini sebenernya cukup unik. Saya belum bisa ngomong, karena nanti jadi asumsi," jelas Sapta

Penyidik dari PPA Polres Jakarta Timur akan segera memanggil saksi-saksi dari rumah sakit yang berkaitan dengan permasalah ini.

Sementara Raudiah, saat ini mendapat pendampingan atas kasusnya dari Komnas PA.