Pembangunan LRT di Kelapa Gading Bakal Bikin Macet

Suasana di salah satu tiang pancang LRT di Kelapa Gading.
Sumber :
  • Danar Dono - VIVA.co.id

VIVA.co.id – Proyek pembangunan Light Rail Transit ( LRT) koridor Velodrome - Kelapa Gading, menuai berbagai komentar masyarakat. Warga Kelapa Gading berpendapat, pembangunan tiang pancang untuk proyek LRT di Jalan Boulevard Raya ini akan menjadi cikal bakal kemacetan arus lalu lintas

Berdasarkan pantauan VIVA.co.id, Senin, 27 Juni 2016, di salah satu lokasi pemancangan tiang LRT, di Jalan Boulevard Raya atau di jalur hijau, telah dibangun penutup dari seng besi berbentuk segi empat. Di dalam seng itu terlihat batang besi membentuk segitiga yang diketahui alat pengeboran tanah untuk pembangunan tiang pancang LRT.

Terlihat spanduk bertuliskan Investigasi tanah perencanaan LRT Jakarta. Di spanduk itu juga terlihat gambar rancangan bangunan LRT di sepanjang atas saluran air di Jalan Boulevard Raya tersebut.

Ditutupi dengan seng besi berbentuk segi empat, terlihat di dalam sebanyak tiga orang pekerja tengah melakukan pengeboran tanah.

"Iya ini lagi dibor. Untuk tiang pancangnya LRT," kata seorang pekerja ditemui di lokasi.

Beberapa warga sekitar tidak begitu menyetujui adanya pembangunan LRT Jakarta. Sebab, dilihat dari gambar melalui spanduk, pembangunan LRT akan membuat arus lalu lintas di Jalan Boulevard Raya macet.

"Malam minggu saja sudah kesulitan kami lewat Jalan Boulevard Raya. Kendaraan menumpuk dan ramainya di roda empat. Kisaran pukul empat sampai sembilan malam, mana gerak Jalan Boulevard Raya, baik mengarah dari Sunter - Koja, atau dari Rawamangun. Lalu, bagaimana LRT di sini dibangun, enggak gerak-gerak. Harus ditutup sekalian saja Jalan Boulevard Raya. Toh sama saja, lewat juga susah. Biar cepat rampung saja pembangunannya," kata Awan, warga Kelapa Gading Barat.

John (41 tahun), warga Kelapa Gading Timur, menyambut baik proyek LRT yang akan dibangun sebanyak dua tahap itu. Menurut John, LRT justru untuk mengatasi kemacetan.

"Saya sangat setuju pembangunan kereta ringan begitu. Lebih enak. Kalau bicarakan enggak mau merasakan macet di Jalan Boulevard, ya silakan naik LRT. Bagaimana sih, Jakarta mau maju, justru dipersulit. Saya setuju sekali itu," kata John.

Pengguna jalan, sekaligus pemilik sebuah usaha kuliner di Jalan Boulevard Raya, Mona, juga setuju apabila LRT dibangun tepat di depan tempat usaha makanan khas China-nya.

"Iya saya tahu kok LRT masuk Kelapa Gading dan tepat di depan toko saya. Nah, semoga saja makin bertambah ramai usaha saya. Bakalan banyak yang gunakan jasa LRT. TransJakarta saja pada minat," kata Mona. (ase)