Pilih Jalur Parpol, Ahok Bingung Tentukan Calon Pendamping

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
Sumber :
  • Facebook Ahok
VIVA.co.id
- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menentukan akan maju lewat jalur partai politik (parpol), dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2017. Namun, calon petahana ini masih bingung memilih calon wakil gubernur dalam pemilihan mendatang.

"Itu juga tergantung kepada perjalanan berikutnya seperti apa," kata dia di Sekretariat Teman Ahok, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu malam, 27 Juli 2016.

Ahok belum dapat memastikan apakah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah DKI Heru Budi Hartono akan batal maju bersamanya di Pilkada DKI Jakarta 2017. "Ya saya tidak berani katakan juga (belum pasti sama Heru), Pak Heru mau terus di PNS (pegawai negeri sipil) atau enggak," ujarnya. 

Saat ditanya kemungkinan ia akan berduet dengan Djarot Saiful Hidayat, yang saat ini menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok pun mengaku belum mengetahui hal itu. Sebab, Djarot bisa saja dicalonkan oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk maju sebagai calon gubernur.

Namun, Ahok menegaskan jika tiga partai pendukungnya, yakni, Nasdem, Hanura dan Golkar, sudah sepakat untuk tidak ikut campur terkait pemilihan calon wakil gubernur yang akan mendampinginya nanti. "Oh terserah saya dari dulu, dari dulu, terserah saya. Kalau tiga parpol ini enggak ada masalah. Saya kira sudah fix kok parpol," ujarnya.

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya mengumumkan keputusan maju dalam Pilkada DKI Jakarta lewat jalur partai politik. Pengumuman itu disampaikan Ahok di Posko Teman Ahok. "Udahlah, kami pakai parpol saja, terima kasih," katanya di Sekretariat Teman Ahok, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Juli 2016.