PDIP Dukung Ahok-Djarot, Massa Bakal Demo di KPU DKI

Ahok-Djarot tandatangani kontrak politik dengan PDIP.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Danar Dono

VIVA.co.id – Keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung pasangan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Sjaiful Hidayat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017, menuai reaksi penolakan.

Penolakan itu antara lain datang dari Aliansi Gerakan Selamatkan Jakarta. Siang hari nanti, sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa, 21 September 2016, mereka akan mengadakan unjuk rasa dan longmarch di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

"Kami akan mengadakan aksi longmarch ke KPU DKI Jakarta untuk menolak calon gubernur zalim dan anti kemanusiaan," ujar Meiva, perwakilan aksi, dalam keterangannya.

Aksi longmarch akan diawali dari pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dan akan berakhir di Salemba Raya. Aksi diperkirakan akan diikuti oleh  sekitar 1.500 orang dari berbagai elemen masyarakat.

Seperti diketahui, PDIP telah memutuskan mengusung pasangan Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.  Keputusan itu diumumkan Selasa malam, 19 September 2016. Pasangan Ahok-Djarot akan mendaftar ke KPU DKI, Rabu siang, 21 September 2016.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono menyatakan, Ahok adalah calon terbaik yang bisa diusung partainya. Menurutnya, hal itu berdasarkan perhitungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (ase)