Prasetyo Edi Siap Jadi Ketua Tim Sukses Ahok-Djarot

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

VIVA.co.id – Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengaku belum menerima secara resmi permintaan untuk menjadi ketua tim pemenangan Ahok-Djarot. Nama Prasetyo sebelumnya disebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok telah bersedia menjadi tim pemenangannya.

"Sekarang saya mendengar berita dari Pak Ahok seperti itu, nanti saya coba konfirmasi kepada Beliau," kata Prasetyo di sela kunjungannya ke Bandung, Jawa Barat, Selasa, 27 September 2016.

Jika memang ditunjuk, Pras sapaannya, menyatakan bersedia. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Jokowi-Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu.

"Saya juga harus lapor ke DPP partai, dan konfirmasi semua, koordinasi semua supaya semua firm," ujar pria yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta itu.

Sebelumnya, Ahok mengatakan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi bersedia menjadi ketua tim pemenangannya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017. Pada Pilkada tersebut, Ahok berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. Sedangkan Prasetyo adalah Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta.

Sebagai salah satu partai politik pengusung Ahok-Djarot, PDIP menjadi partai politik pemilik kursi terbesar di DPRD DKI dengan 28 kursi. Menurut Ahok, Pras menyatakan kesediaannya saat menjelang pendaftaran pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI.

"Pak Pras juga bersedia (menjadi ketua tim pemenangan)," ujar Ahok di sela-sela mengunjungi Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016.

Ahok mengatakan, urusan penentuan ketua tim pemenangan Ahok-Djarot adalah hal mudah. Hal itu disebabkan Nusron Wahid, politikus Golkar yang ditunjuk menjadi ketua tim pemenangan oleh tiga partai politik pendukung Ahok lainnya, tidak pernah secara resmi menjadi ketua tim pemenangan Ahok.

Nusron yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), sekadar mengoordinasi tiga partai politik dalam upaya memenangkannya.

"Dia enggak pernah resmi jadi ketua timses (tim sukses)," ujar Ahok. (ase)