Survei LSI Sebut Elektabilitas Ahok Mulai Naik Kembali

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

VIVA.co.id – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) milik Denny JA melansir hasil survei terbaru terkait elektabilitas tiga pasangan calon di Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Hasil survei menunjukkan, elektabilitas pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat atau Ahok-Djarot meningkat dibandingkan survei sebelumnya.

Survei yang dilakukan LSI pada November 2016, elektabilitas Ahok sebesar 24,6 persen. Namun pada Desember 2016, elektabilitas Ahok naik menjadi 27,1 persen. 

Peneliti senior LSI Adjie Alfaraby memaparkan, setidaknya ada beberapa faktor yang membuat elektabilitas Ahok kembali naik. "Pertama karena Ahok berubah sikap. Ahok saat ini terlihat lebih low profile dan menghindari bicara yang kesannya arogan, kasar dan kontroversi," katanya di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu, 14 Desember 2016.

Kedua, menurut Adjie, saat ini permintaan maaf yang beberapa kali dilontarkan Ahok sudah mulai diterima oleh masyarakat. Masyarakat mulai kembali membuka hatinya untuk Ahok. "Hal ini juga ikut mempengaruhi elektabilitasnya," ujarnya menambahkan.

Faktor ketiga, yaitu pada sebagian pemilih menganggap Ahok hanya korban dari politisasi agama.

Meskipun saat ini elektabilitas Ahok mengalami rebound, kata Adjie, belum cukup untuk membuat Ahok kembali menempati posisi teratas secara elektabilitas. 

Hal itu terjadi karena dua alasan. Pertama, status Ahok sebagai tersangka. Kedua, masalah dugaan penistaan agama yang melukai mayoritas pemilih muslim. "Sebesar 65,0 persen tidak bersedia dipimpin oleh gubernur berstatus tersangka, itu membuat Ahok sulit untuk unggul secara elektabilitas."

(mus)