Pelajar Jakarta Diminta Tanggap Bencana

Plt Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono
Sumber :
  • Bobby Agung Prasetyo /VIVA.co.id

VIVA.co.id – Kewaspadaan terhadap bencana alam yang belakangan intens menerpa Indonesia, mengharuskan seluruh masyarakat untuk tanggap dalam menghadapinya. Bahkan, anak-anak dalam usia pelajar SD pun diminta untuk sadar sedari dini.

Plt Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono, turut menyadari hal tersebut. Menurutnya, anak-anak mesti memiliki keterampilan untuk dapat siap siaga dalam menghadapi bencana alam.

"Harapannya, kami ingin menumbuhkembangkan budaya keselamatan serta dapat mengurangi risiko bencana bagi anak-anak,"  kata Soni, di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, 22 Januari 2017.

Lewat sebuah program bernama Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB), Pemprov DKI Jakarta beserta pihak Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta ingin menggalakkan hal tersebut kepada pelajar tingkat SD sampai SMA.

"Kami serius untuk mengembangkan ini, buktinya sudah menerbitkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 187 tahun 2016 tentang penerapan program tersebut," tutur Soni.

Deklarasi SMAB telah dilakukan sejak 19 Januari 2016 silam, yang mana menjadi titik awal berdirinya program tanggap bencana alam bagi pelajar itu. Seiring berjalannya waktu, Soni ingin agar SMAB mampu diterapkan dengan baik di setiap institusi lembaga pendidikan formal.

"Harapan kami di 2018, seluruh sekolah dan madrasah berhasil menerapkan program ini sehingga mampu berkontribusi secara konkret bagi para siswa," ujar Soni.