Ini Modus Baru Penyelundupan Sabu Muara Karang

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menjelaskan pengungkapan jaringan sabu
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Anwar Sadat

VIVA.co.id – Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi  Budi Waseso mengatakan, para pelaku jaringan sabu China-Taiwan-Indonesia menggunakan modus baru saat menyelundupkan sabu.

Mereka, menurut Buwas, sapaan Budi Waseso, menyelundupkan sabu di dalam mesin penghalus sepatu dan diselundupkan melalui jalur laut. "Ini modus baru menggunakan mesin penghalus sepatu," ujarnya di BNN Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 27 Juli 2017.

Dia menambahkan, "Sabu ini juga kemasannya berbeda dengan yang kemarin 1 ton (di Anyer). Beda juga dengan kemasan yang 45 kilogram di Medan, termasuk Bali dan Palembang. Jadi kemungkinannya ini jaringannya juga beda lagi."

Jaringan sabu China-Taiwan-Indonesia ini diungkap setelah Badan Narkotika Nasional menggerebek sebuah rumah di Jalan Muara Karang Cantik, Nomor 16 BLok D Selatan, RT04/18, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu malam, 27 Juli 2017.

Dalam penggerebekan  itu, jumlah total barang bukti sabu yang didapat sebanyak 284.312 gram sabu. Sabu ini berasal dari 3 orang tersangka. "Dari pertama kami perkirakan sabunya 300 kilogram, ternyata tadi siang kami cek secara keseluruhan jumlahnya 284.312 gram sabu," kata Buwas.

Sabu ini, menurut Buwas, dimasukan ke dalam mesin penghalus sepatu. Kemudian ditutup busa dan ditutup paten dengan menggunakan plat besi. "Ada perlengkapan kelistrikan juga kabel-kabel untuk kelabui aparat di lapangan. Jadi di-packing lagi pakai kayu. Kemudian ada toolkit untuk membongkarnya juga. Jadi sangat rapi mereka," ujarnya

Dari cara pembungkusannya, sabu ini juga dibungkus dengan cara berbeda dengan sabu sebelumnya yang juga berasal dari China. Jika pada sebelumnya sabu asal China dibungkus menggunakan kemasan teh namun kali ini hanya menggunakan plastik alumunium foil.

"Kualitas sabu ini juga tidak terlalu baik. Karena kelihatan dari warnanya ada yang putih, ada yang kecokelatan, jadi tidak sama," ujar Buwas.