Atasi Difteri, DKI Serentak Gelar ORI Desember Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Sumber :
  • Pemprov DKI

VIVA – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengkhawatirkan penyebaran wabah difteri yang saat ini mulai terjadi di Ibu Kota. Sejumlah langkah pun telah disiapkan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut. 

Salah satunya yakni Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah melaksanakan program Outbreak Response Immunization (ORI) penyakit difteri. Program tersebut dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah.

"Dinas kesehatan melalui Puskesmas dan Sudinkes wilayah setempat juga sudah melakukan penyelidikan epidemologi dan memberikan obat profilaksis untuk semua orang yang memiliki kontak dengan penderita," kata Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 8 Desember 2017.

Program ORI difteri telah dilakukan di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. ORI dilakukan sebanyak tiga putaran, dengan sasaran anak usia satu hingga 19 tahun dengan interval nol, satu, dan enam bulan.

Penyuntikan dilakukan mulai minggu kedua Desember 2017 untuk putaran pertama. Lalu, untuk putaran kedua akan dilakukan di minggu kedua Januari 2018. Kemudian, putaran ketiga akan dilakukan minggu kedua Juni 2018.

Penderita terserang wabah difteri semakin meningkat setiap tahunnya. Pada 2016, terdapat 17 kasus dengan satu kematian, sedangkan 2017 meningkat menjadi sebanyak 25 kasus dengan dua kematian. "Pada empat tahun terakhir, tahun 2017 jumlahnya paling tinggi," kata Anies.

Program ORI dilakukan dengan kerja sama lintas sektor, melibatkan Diskominfomas, Dinas Sosial, Dinas PPAPP, Dinas Pendidikan, Biro Tata Pemerintahan , Biro Kesejahteraan Sosial, Wali Kota, Camat dan Lurah, tokoh lintas agama serta RT, RW, Tim PKK dan kader kesehatan.

"Pelaksanaan ORI ini juga membutuhkan peran aktif dari masyarakat untuk membantu memberikan perlindungan dan memutus rantai penularan dari penyakit difteri," ujar Anies.