Bobot Arya Permana Turun Drastis
- abc
Dokter Samuel Oetoro, Spesialis Gizi Klinik dari MRCCC Siloam Hospitals, Jakarta mengatakan operasi bariatrik atau teknik operasi pengecilan dan bypass lambung memang menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi kasus severe Obesity atau obesitas parah seperti dalam kasus Arya.
“Dengan bobot tubuh Arya yang 192 kg itu memang sudah jadi indikasi perlu dilakukan operasi bariatrik. Karena metode yang lain sudah tidak bisa dilakukan menahan asupan makanan sudah tidak bisa berolahraga juga tidak akan banyak berpengaruh. Jadi memang harus dikecilkan lambungnya agar nafsu makannya bisa ditekan dan tidak perlu asupan makan yang banyak.” Kata dr Samuel Oetoro.
Meski efektif, dokter Samuel Oetoro mengingatkan disiplin untuk mengubah perilaku makan menjadi faktor yang sangat penting pasca melakukan operasi.
“Pasien operasi Bariatrik harus hati-hati karena bisa jadi kebiasaan makan mereka yang lama kambuh lagi. Memang sekarang mereka tidak bisa makan banyak, volume makanan yang disantap sedikit, tapi kalo sering makan? ya bisa naik lagi berat badannya, oleh karena itu terapi perilaku makan juga harus dilakukan.” Ungkapnya.
Obesitas anak meningkat
Kasus Arya mengingatkan betapa seriusnya masalah obesitas pada anak di Indonesia. Apalagi tidak lama berselang, diketahui juga ada anak yang menderita obesitas parah lainnya, yakni Rizki Rahmat Ramadhan dari Palembang, Sumatera Selatan yang memiliki bobot tubuh 119 kilogram pada usia 10 tahun.
Data dari World Health Organization (WHO) pada 2013 mencatat, persentase obesitas anak di Indonesia termasuk yang tertinggi di ASEAN. Data itu menyebutkan hampir 12 persen anak Indonesia mengalami obesitas.
Angka ini melonjak drastis dibandingkan data pada dekade 2000-an. Dimana pada tahun 2001, jumlah penderita obesitas anak di Indonesia hanya sebesar 2 persen, dan meningkat menjadi 5 persen pada 2004, dan melonjak tajam menjadi 11 persen pada 2007 lalu.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada 2013 juga menunjukan lonjakan penderita obesitas anak di Indonesia terjadi hampir di semua kelas sosial. Dimana selisih persentase penderita obesitas pada keluarga kaya (15%) dan keluarga miskin (12%) hanya 3 persen saja.