Mengenang Pahlawan Lewat Jalan

Ilustrasi Jalan Sudirman, Jakarta.
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA – Jalan Jenderal Sudirman membelah ‘gugusan’ gedung pencakar langit di Jakarta. Jalan membentang sepanjang 4 kilometer, dari Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat sampai Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di ujung jalan itu, tepatnya di kawasan Dukuh Atas, berdiri Patung Jenderal Sudirman. Patung karya seniman dari Bandung, Edi Sunaryo itu memiliki total tinggi sekitar 12 meter, terdiri dari patung inti 6,5 meter dan penyangga 5,5 meter.

Jalan Jenderal Soedirman menjadi salah satu jalan utama di Ibu Kota. Terdapat gedung perkantoran, kantor polisi, kampus, stasiun kereta, hingga mal di sana.

Selain di Jakarta, Jalan Jenderal Soedirman juga terdapat di berbagai wilayah lainnya di Indonesia. Di Bandung, Jawa Barat, misalnya, Jalan Sudirman menjadi salah satu lokasi wisata kuliner. 

Kemudian di Palembang juga ada Jalan Sudirman. Terdapat destinasi wisata malam di pedestriannya. Beragam kesenian, seperti tari, puisi, musik menghiasi kawasan itu.

Nama jalan itu diambil dari nama pahlawan nasional Jenderal Soedirman. Jenderal Soedirman merupakan panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama. Soedirman berjuang melawan penjajah dengan cara gerilya. 

Meski dalam keadaan sakit, dia tetap berjuang. Soedirman wafat pada tahun 1950 dalam usia 34 tahun. Jenderal Soedirman ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 10 Desember 1964.

Bukan hanya Jenderal Soedirman yang dijadikan nama jalan. Sejumlah pahlawan lainnya juga turut diabadikan sebagai nama jalan. Berikut ini beberapa di antaranya: 

Jalan MH Thamrin

Nama Jalan MH Thamrin terdapat di beberapa tempat. Di antaranya di Jakarta; di Cikokol, Tangerang; di Kota Medan, Sumatera Utara; di Semarang, Jawa Tengah. 

Mohammad Husni (MH) Thamrin merupakan seorang politikus di era Hindia Belanda. Pria keturunan Betawi ini kerap menyuarakan penderitaan rakyat dan buruh pribumi. MH Thamrin ditetapkan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan Keppres Nomor 175 Tahun 1960, tanggal 28 Juli 1960.

Jalan HR Rasuna Said

Nama Hadjah Rangkayo (HR) Rasuna Said diabadikan dalam nama jalan di sejumlah wilayah di Tanah Air. Di antaranya di Jakarta dan Padang, Sumatera Barat.

Wanita kelahiran Maninjau, Sumatera Barat, 15 September 1910 ini merupakan seorang orator dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Pascakemerdekaan Indonesia, dia aktif sebagai anggota Dewan Perwakilan Sumatera dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat, serta Dewan Pertimbangan Agung. Dia wafat pada 1965.