Beraksi Siang, Pembakar Motor di Semarang Tak Pakai Kain Api

Dua sepeda motor yang dibakar orang tak dikenal di Semarang.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

VIVA – Kepolisian Resort Kota Besar Semarang, Jawa Tengah masih menyelidiki terkait kasus pembakaran dua unit sepeda motor yang terjadi di sebuah kos di kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Sabtu, 16 Februari 2019.

Kapolrestabes Semarang, Komisaris Besar Polisi Abiyoso Seno Aji mengungkapkan, aksi pelaku pembakaran dua unit sepeda motor yang terjadi di Jalan Candi Prambanan Timur IV nomor 10 itu berbeda dari aksi teror sebelumnya. Selain melakukan aksinya pada siang hari, terduga pelaku juga tidak menggunakan kain api dalam botol mirip molotov.

"Tidak ada kain, tidak ditemukan botol plastik dan sisa kain (terbakar di lokasi), " kata Abiyoso.

Dalam olah TKP, polisi justru menemukan sejumlah batang korek api atau korek pentol di sekitar lokasi kejadian. Jumlahnya pun, kata Kapolres, cukup banyak. 

"Batang korek api ada di sekitar motor yang terbakar, " ujarnya.

Sejumlah barang bukti itu kini telah diamankan polisi untuk diselidiki lebih lanjut. Polisi juga memeriksa rekaman sejumlah kamera pengintai atau CCTV di sekitar lokasi. Untuk saat ini, polisi belum menyimpulkan bahwa aksi pembakaran yang baru terjadi terkait dengan teror-teror sebelumnya.

"Beri kesempatan kami melakukan penyelidikan, semua sedang kami dalami," tuturnya. 

Dua unit sepeda motor yang terbakar siang tadi yakni jenis Honda Vario H 5733 AJW dan Honda Tiger H 3894 KM. Akibat pembakaran itu, motor yang terparkir di halaman indekos itu hangus terbakar dan rusak parah. Berdasarkan penuturan warga, aksi pembakaran itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. 

Kejadian ini pun menambah rentetan aksi pembakaran di Kota Semarang untuk kesekian kalinya yang juga belum terungkap. Sebelumnya kejadian sejak awal Januari 2019, teror pembakaran motor dan mobil telah terjadi di 17 lokasi. Selain di kota Semarang, teror juga terjadi di kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan.