Isu Gempa Susulan 9,0 Magnitudo di Banten, BMKG: Hoax

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.
Sumber :
  • Ridho Permana/VIVA.co.id

VIVA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG angkat bicara mengenai berkembangnya berita viral di media sosial bahwa akan terjadi gempa besar berkekuatan M 9,0 pascaterjadinya gempa Banten M 6,9. 

"Isu yang berkembang tersebut tidak benar, karena peristiwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun, kapan, di mana, dan berapa kekuatannya," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, di Jakarta, Minggu 4 Agustus 2019. 

Ia menjelaskan, gempa bumi terjadi akibat deformasi batuan yang terjadi secara tiba-tiba pada sumber gempa yang sebelumnya mengalami akumulasi medan tegangan (stres) di zona tersebut, pengaruh penjalaran stres untuk proses selanjutnya secara kuantitatif masih sulit untuk diketahui. 

Teori yang berkembang saat ini, menurut dia, baru dapat menjelaskan bahwa sebuah gempa bumi utama dapat membangkitkan atau memicu gempa susulan, dan masih sulit untuk memperkirakan gempa besar rentetannya, seperti beberapa kasus gempa bumi doublet,  triplet (dua atau tiga kejadian gempa bumi tektonik dalam waktu dan lokasi yang relatif berdekatan), dan seterusnya

"Dan, yang lebih penting dan darurat adalah melakukan langkah-langkah mitigasi terkait kesiapan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi," ujarnya. 

Kemudian, siapkan bangunan rumah Anda sesuai dengan konstruksi aman gempa, siapkan perabotan-perabotan yang kuat dan dapat menjadi tempat perlindungan sementara saat terjadi gempa, siapkan jalur evakuasi yang aman di lingkungan tempat tinggal Anda, selanjutnya agar terus berlatih untuk evakuasi mandiri, dan terus monitor twitter @infobmkg baik melalui sosial media, mobile Apps, website, ataupun kanal-kanal resmi BMKG.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang, namun waspada, dan tidak percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tuturnya. (asp)