Mbah Moen Meninggal Saat Salat Tahajud

KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Eko Priliawito

VIVA - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani, mengatakan tiap tahun pemerintah Arab Saudi mengundang politisi senior PPP, KH Maimoen Zubair, untuk berhaji. Arsul menyampaikan bahwa undangan itu bersifat khusus.

"Setiap tahun diundang terus oleh pemerintah Arab Saudi. Diundang khusus, bukan karena kemudian menggunakan kuota. Sehingga melompati orang yang ngantre puluhan tahun," kata Arsul di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.

Ia menambahkan memang juga baru tiga hari lalu video Mbah Moen beredar di twitter. Mbah Moen dikawal mencium hajar aswad.

"Iya emang sehat, enggak sakit. Menurut saya ya meninggal yang baik itu pergi haji, tak sakit, tak banyak merepotkan banyak orang. Orang meninggalnya itu lagi Salat Tahajud," kata Arsul.

Ia menjelaskan keluarga menyepakati Mbah Moen dimakamkan di Mekah. Hal ini juga karena ulama di Arab Saudi yang meminta.

"Meskipun Mbah Moen sudah sepuh dan lebih dari 90 tahun tapi beliau sehat wal afiat dan masih terima tamu beliau, saya lihat dan ikuti kegiatannya dari berbagai kalangan mahasiswa, santri-santri Indonesia belajar di sana jemaah haji kita," kata Arsul.

Ia menambahkan Mbah Moen tak mengeluhkan rasa sakit. Tapi langsung dikabarkan sudah berpulang. Menurutnya, Mbah Moen seorang ulama dan juga nasionalis pecinta Tanah Air luar biasa.

"Beliau enggak pernah tentangkan nasionalisme atau kebangsaan, sampaikan pada siapa saja kami di PPP. Dia ketua majelis syariah DPP PPP pentingnya kita ini kedepankan sikap menghindarkan kerusakan daripada mengambil manfaat. Hindarkan kerusakan harus lebih diutamakan," kata Arsul.

Ia mencontohkan para politisi seringkali memiliki sifat pragmatisme jangka pendek. Mbah Moen saat pilpres juga merestui PPP mendukung Jokowi.

"Tapi beliau berpesan dan menegur jajaran PPP katakanlah ada yang menyerang Prabowo agak masuk ke ranah pribadi dan enggak segan negur atau teman-teman pengurus DPP lainnya bentuk jaga ajaran agama nasionalisme beliau," kata Arsul. (ase)