Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Pertamina Diminta Buka Informasi Publik Data Tumpahan Minyak Karawang

Selasa, 13 Agustus 2019 | 12:06 WIB
Foto :
  • dw
Reuters/Beawiharta

Manajer Kampanye Energi dan Perkotaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Dwi Sawung, mengatakan kepada Deutsche Welle bahwa pihaknya telah meminta Pertamina untuk membuka data-data terkait pengeboran pascapengeboran dan rencana penanganan dalam kondisi darurat melalui surat permintaan resmi.

"Data terkait pengeboran, pascapengeboran, usaha apa saja yang telah dilakukan begitu ada tumpahan ini perlu dibuka kepada publik," ujar Sawung kepada Deutsche Welle, Senin (12/08) melalui sambungan telepon.

Baca Juga

Ia mengatakan surat permintaan resmi telah dikirimkan pada Rabu (07/08) namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak Pertamina.

Menurut Sawung, informasi ini penting agar publik dapat mengetahui dengan transparan, langkah-langkah yang telah dilakukan Pertamina selama pengeboran, juga daftar skenario, hingga opsi-opsi yang muncul, saat diketahui adanya semburan minyak mentah pada 12 Juni 2019. Selain itu juga alasan pengambilan keputusan dan prosesnya.

"Agar bisa diketahui apakah tindakan telah sesuai prosedur. Ini 'kan kesannya ada yang ditutup-tutupi terkait penyebab kebocoran dan tindakan yang diambil setelahnya," ujar Sawung. Ia pun menyayangkan langkah perusahaan yang dinilai lamban, dalam menutup sumur yang bocor, sehingga tumpahan minyak menyebar luas.

Sawung pun berharap Pertamina dapat memperbaiki sistem manajemen mereka agar bisa mencegah bencana serupa di masa mendatang, juga agar dapat bereaksi lebih cepat ketika terjadi kebocoran.

"Sebelumnya memang pernah terjadi kebocoran minyak seperti di Balikpapan, tetapi dampaknya tidak sebesar ini," Sawung menegaskan.

Insiden tumpahnya minyak di perairan kabupaten Karawang bermula tanggal 12 Juli lalu, ketika terjadi kebocoran gas pada salah satu sumur milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Dua hari setelahnya, operasi kerja PHE ONWJ terpaksa dihentikan untuk mengevakuasi para pegawai. Tanggal 18 Juli tumpahan minyak telah terlihat di perairan kabupaten Karawang, 2 km dari bibir pantai.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler