Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 28 Maret 2020 | 13:55 WIB

Ada Teori Bahaya Corona, Jika Diterapkan di RI Satu Generasi Lenyap

Team VIVA »
Bayu Adi Wicaksono
Foto :
Presiden Joko Widodo.

VIVA – Ada sebuah hal sangat penting yang harus diwaspadai Pemerintah Indonesia dalam mengatasi wabah Virus Corona atau COVID-19.

Hal itu disampaikan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia atau PAPDI dalam surat resmi yang telah dilayangkan ke Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau ugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Baca Juga

Surat PAPDI itu disiarkan oleh dokter Dirga Sakti Rambe melalui Twitter pribadinya, Sabtu 28 Maret 2020.

Dalam surat itu PAPDI merekomendasikan agar Pemerintah Indonesia tidak mengikuti ide atau saran-saran politisi dunia tentang mengatasi virus corona dengan Teori Herd Immunity atau imunitas komunitas.

Terpopuler

Berdasarkan kajian PAPDI, jika teori itu diterapkan Pemerintah Indonesia, maka sebuah bencana menakutkan bakal berpotensi terjadi. Disebutkan PAPDI, teori itu bisa memicu terjadinya kematian massal di Indonesia dan dan melenyapkan satu generasi.

Terori Herd Immunity artinya membiarkan imunitas alami tubuh hingga terbentuk daya tahan terhadap virus dan penyebaran virus diharapkan reda dengan sendirinya.

"Sementara itu, organisasi profesi tempat saya bernaung, PAPDI juga telah melakukan kajian terhadap "herd immunity" pada #COVID19. SEANDAINYA konsep ini sengaja diterapkan di Indonesia, terjadi kematian massal & HILANGNYA 1 GENERASI," tulis dokter Dirga.

Banyak hal yang mendasari PAPDI mengingatkan pemerintah untuk menerapkan teori itu. Dan PAPDI dalam kesimpulannya menyarankan pemerintah agar lebih baik memutus mata rantai host, penjamu, inang dengan berbagai cara. Lalu deteksi dan pengobatan dini pasien COVID-19.

Baca: Pasien Corona Surati Presiden Jokowi, Isinya Borok Pemda Recoki Dokter

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia
TVONE NEWS - sekitar 1 bulan lalu
Terbaru