Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kemenag: Tuduhan Uang Haji Perkuat Rupiah Fitnah dan Keji

Sabtu, 6 Juni 2020 | 06:00 WIB
Foto :
  • VIVA/Syaefullah
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi

VIVA – Sejak awal bulan Maret COVID-19 mewabah di Indonesia, telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk layanan sosial keagamaan di bidang penyelenggaraan ibadah haji

Kementerian Agama terpaksa mengambil keputusan untuk membatalkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 demi melindungi keselamatan jiwa jemaah, dan petugas haji dari wabah COVID-19, dan karena pertimbangan tidak cukup waktu untuk menyiapkan teknis penyelenggaraannya. 

Baca Juga

"Karena faktanya sampai sekarang Kementerian Haji Arab Saudi belum juga ada kepastian terkait hal tersebut," Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Zainut Tauhid Sa'adi,di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2020. 

Terkait kebijakan pembatalan keberangkatan jemaah haji reguler dan khusus, maka Kementerian Agama menerbitkan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) RI Nomor 494 Tahun 2020 Tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 H/2020 M.

KMA tersebut merupakan payung hukum yang mengatur hal ihwal yang berhubungan dengan akibat hukum yang timbul dari pembatalan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020, antara lain, hak jemaah haji yang telah melunasi Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) tahun 2020 ini, akan menjadi jemaah haji tahun 1442 H/2021 M.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler