Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Minggu, 7 Juni 2020 | 15:50 WIB

NU: Indonesia Tak Perlu Membebek Amerika Bangun Demokrasi

Team VIVA »
Ridho Permana
Syaefullah
Foto :
  • VIVA/M Ali Wafa
KH. Said Aqil Siradj

VIVA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU angkat bicara terkait terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika ke-45 telah menguak borok demokrasi Amerika yang selama ini tampil bak ‘polisi’ demokrasi dunia.

"Kampanye ‘hitam’ Trump di musim kampanye Pilpres AS yang rasis, yang menunjukkan sentimen negatif terhadap imigran kulit warna dan kaum Muslim, telah menabung bara api yang meledak dalam kerusuhan rasial sekarang," kata Ketua PBNU, Kiai Haji Said Aqil Siroj dalam akun Instagramnya @saidaqilsiroj di Jakarta, Minggu, 6 Juni 2020.

Baca Juga

Said Aqil menjelaskan, bahwa demokrasi Amerika tengah sekarat karena menghasilkan pemimpin konservatif yang menyeret demokrasi ke titik anti-klimaks dengan retorika-retorika politik iliberal yang selama ini dimusuhinya. 

Perubahan haluan yang drastis dari Presiden yang diusung Partai Demokrat (Obama) ke Presiden yang diusung Partai Republik (Trump) menunjukkan fondasi demokrasi Amerika tidak sekokoh seperti yang didengung-dengungkan.

Diskriminasi rasial dan kesenjangan ekonomi telah menjadi cacat bawaan seperti telah disinggung oleh Gunnar Myrdal sejak 1944 dalam bukunya An American Dilemma. Demokrasi Amerika akan terus dihantui oleh pertarungan abadi antara ide persamaan hak dan prasangka rasial.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Ilmuwan Indonesia Ungkap Uji Coba AS Buat Obat Covid-19
BERITA - 4 bulan lalu
Terpopuler