Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Mendagri: Mahalnya Mahar Pilkada Picu Korupsi di Daerah

Sabtu, 20 Juni 2020 | 19:58 WIB
Foto :
  • Zoom/Nagara Institute
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam diskusi live streaming zoom Nagara Institute

VIVA – Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak bakal berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang terus menyita perhatian insan politik Tanah Air. Polemik, kontroversi dan kisruh yang kerap mewarnai Pilkada pun masih jadi sorotan jelang bergulirnya pesta demokrasi tingkat daerah tersebut.

Diskusi terkait Pilkada pun dihelat Nagara Institute yang menghadirkan deretan narasumber kompeten tentang proses demokrasi di level daerah.

Baca Juga

Diskusi daring bertajuk "Mengapa Kita Butuh Kepala Daerah?" lewat platform zoom meeting yang disiarkan pada kanal Youtube Nagara Institute, Sabtu 20 Juni 2020.

Para narasumber itu diantaranya adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng), Afifuddin (Komisioner Bawaslu), Arsul Sani (Sekjen PPP).

Baca juga: Ibu Hamil dan Anak di Bawah 12 Tahun Dilarang Masuk GBK

Acara yang dipandu Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal juga turut mengundang Fahri Hamzah (Waketum Partai Gelora), Ahmad Doli Kurnia (Ketua Komisi II DPR), Denny Indrayana (Bakal Calon Gubernur Kalsel) dan Imam B. Prasodjo (Sosiolog/Aktivis Sosial) sebagai narasumber lainnya.

Dalam diskusi tersebut, Mendagri Tito Karnavian kembali mengemukakan gagasan Pilkada Asimetris yang kemudian dikritisi oleh Gubernur Ganjar Pranowo dengan menawarkan pendekatan budaya dalam kepemimpinan daerah.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler