Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Senin, 6 Juli 2020 | 05:32 WIB

Soal Kalung Antivirus Corona, Presiden Jancukers: Jangan Diperolok

Team VIVA »
Ridho Permana
Ahmad Farhan Faris
Foto :
  • Twitter: Sudjiwo Tedjo
Budayawan, Sudjiwo Tedjo.

VIVA – Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) sedang mengembangkan kalung antivirus berbahan eucalyptus atau kerap disebut juga pohon kayu putih. Usut punya usut, dari total 700 jenis tanaman itu ada satu jenisnya yang diklaim bisa mematikan Virus Corona COVID-19.

Namun, upaya Kementerian Pertanian yang dipimpin Menteri Syahrul Yasin Limpo ini malah menuai polemik hingga berujung cacian. Tapi, tak sedikit juga yang membela mengingat hal itu merupakan karya anak bangsa sehingga perlu diapresiasi bukan malah dibuly.

Budayawan Sudjiwo Tedjo mengatakan sebenarnya bukan soal kalung antivirus ini ilmiah atau bukan. Tapi, kenapa bangsa ini tidak bebas-bebas dari belenggu rasa minder terhadap asing. Harusnya, dibuktikan dulu kalung eucalyptus secara ilmiah.

"Mbok suruh buktikan saja antivirus itu sambil berharap terbukti. Bukan setiap kreativitas anak bangsa langsung diolok-olok sambil diharap gagalnya," kata Sudjiwo yang kerap dikenal dengan Presiden Jancukers ini, dikutip dari Twitter pada Minggu, 5 Juli 2020.



Sementara dokter spesialis Rumah Sakit Omni Pulomas, dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan produk yang sedang dikembangkan Kementerian Pertanian sebenarnya tidak layak disebut kalung antivirus corona. Menurut dia, sebaiknya disebut saja kalung eucalyptus.

"Tidak ada bukti sahih produk ini dapat mencegah #COVID19. Ikuti saja yang sudah jelas, jaga jarak, masker dan cuci tangan," tulis dokter Dirga.



Selain itu, artis yang juga dokter Tompi ikut mempertanyakan kalung antivirus yang sedang dikembangkan Kementerian Pertanian itu. Menurut dia, perlu research mendalam untuk memastikan khasiat dari kalung eucalyptus ampuh mengobati dan menangkal corona.

"Ada researchnya yang melaporkan bisa, namun masih butuh penelitian lanjut. Membuatnya langsung sebagai alternatif treatment dalam jumlah besar, enggak bijak," tandasnya.
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia
TVONE NEWS - 3 bulan lalu
Terpopuler