Babak Berikutnya, Polisi Buru Penyebar Video Porno Vina Garut

Pemeran wanita dalam video Vina Garut, Vina (tengah).
Sumber :
  • VIVAnews/ Diki Hidayat.

VIVAnews - Setelah berkas perkara tahap satu kasus video porno "Vina Garut" dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Garut, Polres Garut, mencari siapa yang menyebarkan video melalui media sosial Twitter "kabarsange 1".

Kapolres Garut Jawa Barat, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan telepon seluler milik almarhum A alias Rayya hingga saat ini masih dilakukan penelitian di Puslabfor Mabes Polri. Selain untuk menentukan secara pasti kapan video porno "Vina Garut" dibuat, juga untuk mencari siapa pelaku yang menyebarkan video tersebut.

"Jadi secara resmi nanti Puslabfor yang menyampaikan siapa yang menyebarkan video pertama kali ke media sosial," ujarnya, Senin, 16 September 2019.

Dua pelaku pria yang masih diburu hingga saat ini belum berhasil dibekuk, keduanya cukup licin menghindari petugas. Sejumlah tempat telah dilakukan pencarian namun kedua terduga pemeran dalam adegan video gangbang "Vina Garut" tidak ada.

"Ya, mungkin karena pemberitaan sudah menyebar, sehingga kedua terduga pelaku ini terus berpindah tempat," kata Budi.

Lanjut Budi, untuk dua tersangka hingga saat ini masih menunggu hasil evaluasi Kejaksaan Negeri Garut. Jika sudah lengkap (P21) maka kedua tersangka langsung akan dilimpahkan.

"Ya masih dilakukan kajian. Jika sudah P21, maka kedua tersangka akan kami limpahkan," katanya.

Sebelumnya, Garut digegerkan dengan dua buah video porno melalui akun media sosial Twitter "kabarsange 1". Kedua video tersebut berdurasi 1 menit 30 detik merupakan adegan panas antara Wl (35) dan V (19) dengan gaya seks doggy style.

Adapun video kedua yang berdurasi 1 menit 7 detik merupakan adegan video dengan gaya gangbang yang diperankan oleh almarhum Rayya, V dan dua pria yang masih dalam pencarian.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka, satu di antaranya yang merupakan otak, pembuat dan pemeran video porno "Vina Garut", meninggal dunia akibat penyakit mematikan di antaranya, HIV, stroke dan hepatitis B. (ase)