Bandara Sentani Berubah Nama Jadi Bandara Theys Hiyo Eluay

Bandara Sentani Jayapura Papua
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Perubahan nama Bandar Udara Sentani menjadi Bandara Theys Hiyo Eluay telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DRPP) melalui Peraturan Daerah (Perda) dalam sidang LKPJ Gubernur Papua tahun 2018 pada 19 September 2019 lalu.

Keluarga Besar almarhum Theys Hiyo Eluay pun merespon dengan baik rencana itu. Yanto Eluay, putra tokoh kharismatik yang dihormati semua orang, baik di Papua maupun luar Papua itu memberikan apresiasi atas inisiatif usulkan Perda tentang pergantian nama Bandara Sentani itu.

"Kami atas nama keluarga merasa senang dengan pemberian nama bandara menjadi bandara Theys Eluay dan ini menjadi satu kehormatan bagi kami secara khusus bagi masyarakat adat Papua dimana salah satu tokoh adat Papua dihargai, di hormati dengan namanya diabadikan menjadi Bandar Udara Sentani," kata Yanto Eluay, 22 September 2019.

Menurut Yanto Eluay, biasanya penggunaan nama bandara itu merujuk pada nama pahlawan atau tokoh-tokoh yang berjasa bagi negara Indonesia. Namun kali ini, nama tokoh adat Papua yang memperjuangkan harkat martabat dan harga diri masyarakat Papua, yakni Theys Eluay dijadikan nama Bandara Sentani oleh DPR Papua menjadi Bandara Theys Eluay.

"Pemberian nama bandara itu, kami melihat satu penghargaan kepada masyarakat adat Papua dimana pemerintah dan DPRP menilai ada tokoh adat yang mepunyai gerakan untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Papua untuk lebih sejahtera," terang Yanto Eluay di Sentani.

Foto: Anak almarhum Theys Hiyo Eluay, Yanto Eluay

Ia mengatakan, pergantian nama ini sesuai dengan jasanya yang memperjuangkan hak-hak rakyat untuk lebih sejahtera. Namun, Ia berharap penghargaan ini jangan hanya sebatas monumental saja, tapi pemerintah juga harus memperhatikan masyarakat adat yang sampai saat ini banyak yang belum sejahtera.

Menurutnya, selama ini masih banyak orang beranggapan almarhum Theys Eluay adalah tokoh orang yang berseberangan dengan memperjuangan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. "Saya mau sampaikan almarhum Theys Eluay itu adalah memperjuangkan hak-hak adat Papua," ucapnya.

Menyikapi status Theys Eluay sebagai tokoh pejuang, Yanto Eluay mengaku pihak keluarga sudah membuat deklarasi pada 10 November 2018, dimana keluarga sudah mengampuni atau memaafkan semua pihak yang terlibat dalam kasus pembunuhan dan penculikan almarhum.

"Kami minta kepada semua pihak jangan lagi ada yang menjadikan kasus Theys Eluay sebagai pelanggaran HAM untuk sebagai komoditas politik di Papua." [mus]