Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Wawan Didakwa Melakukan Pencucian Uang Rp579 miliar

Kamis, 31 Oktober 2019 | 19:21 WIB
Foto :
  • VIVA/Adi Suparman
Tubagus Chaeri Wardana alias wawan, terpidana kasus tipikor.

VIVAnews - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa Komisaris Utama PT Balisific Pragama, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, melakukan pencucian uang sekitar Rp579 miliar, sejak tahun 2005.

Jaksa menyebut adik mantan Gubernur Banten, Ratu Atut, itu melakukan perbuatan dengan cara menempatkan uang di rekening atas nama orang lain, membelanjakan uang itu untuk membeli tanah, bangunan serta kendaraan.

Baca Juga

"Terdakwa menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul, sumber atau kepemilikian sebenarnya atas harta kekayaannya," kata Jaksa KPK, Subari Kurniawan, saat membaca surat dakwaan Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.

Jaksa merincikan Wawan didakwa melakukan pencucian uang dengan dua periode. Pertama yakni periode 2010-2019. Uang yang diduga disamarkan dalam periode 2010-2019 mencapai Rp479.045.244.180 dalam mata uang rupiah dan beberapa mata uang asing.

Rinciannya sebagai berikut:

1. Ditempatkan atau ditransfer menggunakan rekening orang lain, terdakwa, perusahaan miliknya atau korporasi yang berafiliasi dengan dirinya, dengan saldo seluruhnya Rp39.936.162.800.

2. Membeli kendaraan bermotor senilai Rp235.000.000.

3. Membeli satu bidang tanah dan bangunan di kawasan Alam Sutera Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang selatan, Banten, senilai Rp 2.356.163.000.

4. Membeli kendaraan bermotor Rp59.107.665.626.

5. Untuk pembelian tanah dan bangunan dengan jumlah keseluruhan Rp228.942.969.091 dan AUD 3.782.500.

6. Membayar beberapa asuransi dengan saldo seluruhnya sebesar Rp8.579.502.567.

7. Membiayai keperluan Pilkada Tangerang Selatan untuk Airin Rachmi Diany 2010-2011 Rp2.900.000.000.

8. Membuat surat perjanjian pemborongan pembangunan SPBE PT Buana Wardana Utama RI Kibin kepada PT Mustika Tri Sejati dengan nilai perjanjian pemborongan senilai Rp7.710.000.000.

9. Membiayai keperluan Ratu Atut Chosiyah dalam Pilgub Banten 2011, sejumlah Rp3.828.532.000.

10. Mengajukan kredit BNI Griya Multiguna sebesar Rp22.453.700.000.

11. Mengajukan biaya proyek modal kerja ke BNI sebesar Rp57.000.000.000 dan Rp4.000.000.000.

12. Menyewakan apartemen di Setiabudi, Jakarta Selatan kepada H.E. Nasser Al-Khaldi untuk masa sewa selama dua tahun dengan harga sewa per tahun sebesar 60.000 dolar AS.

13. Menyimpan uang di Kantor PT Bali Pasific Pratama sebesar Rp68.499.000, USD4.120, AUD10, SGD1.656, dan 3.780 Poundsterling.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler