Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Evaluasi Bansos, Pemerintah Akui Data Penerima Masih Bermasalah

Rabu, 17 Juni 2020 | 14:27 WIB
Oleh :
Foto :
  • VIVAnews/Anwar Sadat
Menko PMK Muhadjir Effendy usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa, 1 Oktober 2019.

VIVA – Tiga bulan berjalan, program bantuan sosial (bansos) pemerintah terhadap masyarakat terdampak pandemi Covid-19, sudah diberikan. Sejumlah catatan kekurangan, diakui pihak pemerintah dan berjanji akan melakukan pembenahan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan, program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) hingga bantuan pangan non-tunai, sudah disalurkan.

Baca Juga

Walau program ini sudah reguler, ada sejak periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, tapi jumlah penerimanya diperluas. Begitu juga listrik gratis untuk pelanggan 450 VA dan 500 VA sudah diberikan. Walau masih ada beberapa masyarakat yang hingga kini belum tersentuh bantuan itu.

Bantuan non-reguler, juga diberikan akibat wabah virus corona ini. Baik itu dari Kementerian Sosial, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, maupun dari pemerintah daerah lewat re-focusing anggaran.

"Dalam masa pemulihan ekonomi nasional, untuk yang non-reguler yang awalnya hanya sampai Juni 2020, atas arahan presiden diperpanjang sampai Desember 2020. Kecuali BLT Desa sampai September 2020. Nilainya juga berkurang dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan," jelas Muhadjir, dalam keterangan pers virtual, Rabu 17 Juni 2020.

Read more...
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler