Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Perdagangan Orang di Indonesia Makin Luas, Sindikatnya akan Ditumpas

Senin, 3 Agustus 2020 | 22:21 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Unjuk rasa yang dilakukan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) bagi penghentian perdagangan manusia untuk dipekerjakan sebagai anak buah kapal.

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) untuk pertama kalinya membuat laporan penyelidikan komprehensif karena masalah perdagangan manusia yang semakin meluas di tahun 2020.

SBMI baru menerbitkan laporan berjudul Jeratan Perdagangan Orang Dalam Bisnis Penempatan Buruh Migran, sebagaian bagian dari Hari Anti-perdagangan Orang yang diperingati setiap tanggal 30 Juli setiap tahunnya.

Baca Juga

"Biasanya kami buat catatan akhir tahun yang sifatnya umum, tidak hanya berfokus pada perdagangan orang," kata Hariyanto Suwarno, Ketua SBMI Pusat kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya.

"Untuk laporan khusus trafficking tahun ini baru pertama kali karena sebetulnya perdagangan orang sudah semakin meluas," katanya lagi.

Dalam laporan tersebut, SBMI menyelidiki kasus-kasus perdagangan orang di tiga sektor, yaitu pekerja rumah tangga migran, anak buah kapal perikanan dan perempuan korban perdagangan orang dengan modus pengantin pesanan ke China.

Hariyanto Suwarno Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) (Foto: SBMI)

"Kita membuat laporan karena pencegahan, penindakan dan reintegrasi bagi korban perdagangan orang sangat tidak berjalan efektif," ujar Hariyanto.

"Hal ini sudah menjadi keharusan untuk disikapi dengan serius," jelas Hariyanto mengenai alasan SMBI memutuskan untuk membuat laporan investigatif mengenai perdagangan orang di tahun 2020.

Oleh karena itu, menurut SBMI, dalam laporannya ini mereka mengungkap nama-nama perusahaan dan individu yang terlibat dalam bisnis perdagangan orang.

"Kami juga mengungkap mandegnya kasus kasus perdagangan orang yang sudah dilaporkan ke kepolisian dan minimnya akses bagi korban perdagangan orang untuk mendapatkan reintegrasi."
 

 

Salah satu warga Indonesia di Malaysia

Dalam laporan setebal 66 halaman, SBMI mengungkapkan penyelidikan mereka dari tahun 2012 sampai bulan Mei 2020.

"Berdasarkan investigasi tren, perdagangan orang cenderung meningkat. Peningkatan aduan tertinggi terjadi pada tahun 2016 yaitu sebanyak 491 kasus dan pada tahun 2019 sebanyak 640 kasus," tulis laporan SBMI.

Total aduan kasus yang didokumentasikan telah mencapai 2.597 kasus.

Kasus kekerasan fisik, tanpa bayaran

SBMI memberikan contoh kasus yang menimpa pekerja migra Indonesia di luar negeri dalam laporannya.

Salah satunya adalah anak buah kapal berinisial "SN" yang sudah dua kali diberangkatkan PT SAI dan tidak pernah mendapat gaji, meski bekerja selama 18 jam sehari tanpa jatah istirahat.

"Dia selalu diberi makanan yang kurang layak seperti makanan yang mengandung babi, serta penempatan kapal yang tidak sesuai dengan yang tertera di PKL" tulis SBMI dalam laporannya.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler