Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Mahasiswa Ternate yang di-DO karena Dukung HAM Papua Gugat Rektor

Jumat, 7 Agustus 2020 | 12:40 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Para mahasiswa di Ternate mengadakan unjuk rasa tanggal 2 Desember 2019 yang mengakibatkan 4 mahasiswa Universitas Khairun diberhentikan dan sekarang menggugat balik ke PTUN.

Empat mahasiswa Universitas Khairun di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara sedang menggugat agar mereka diperbolehkan kembali menjadi mahasiswa, setelah dipecat karena ikut terlibat dalam unjuk rasa soal Papua.

Mahasiswa Dipecat Demo Papua Empat mahasiswa Universitas Khairun di Ternate diberhentikan alias drop out (DO) karena ikut demo Papua di tahun 2019. Mereka sekarang menggugat Rektor di PTUN di Ambon atas pemecatan tersebut. Seorang di antaranya juga dikenai tuduhan makar oleh polisi Ternate.

Baca Juga

Keempat mahasiswa tersebut yakni Fahrul Abdullah W Bone, Fahyudi Kabir, Ikra S Alkatiri dan Arbi M.Nur ikut ambil bagian dalam unjuk rasa tanggal 2 Desember bersama sekitar 50 orang lainnya tentang pelanggaran HAM di Papua.

Dalam unjuk rasa tersebut, mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk melepaskan tahanan politik Papua dan memberikan hak kepada warga Papua untuk menentukan nasibnya sendiri.

Polisi kemudian mendatangi lokasi unjuk rasa, di luar kampus Universitas Muhammadiyah di Ternate, sebelum akhirnya membubarkan aksi.

Polisi juga menahan 10 orang termasuk empat orang mahasiswa dari Universitas Khairan dan seorang Universitas Muhammadiyah yakni Asri Abukhair.

Mahasiswa tersebut kemudian dibebaskan keesokan harinya setelah ditahan selama 27 jam.

Salah seorang mahasiswa Arbi M.Nur mengaku ketika dalam tahanan mereka dipukuli bagian lengan, kaki dan kepalanya oleh petugas.

Dua pengacara LBH Ansor Ternate M Fadly Abd Rahman dan Al Walid Muhammad di sidang PTUN Ambon 22 Juli 2020.

Foto: Supplied

Menurut rilis yang diterima ABC Indonesia dari kelompok HAM Human Rights Watch, Rektor Universitas Khairun, Husen Alting telah menandatangani surat pemecatan empat mahasiswa tersebut pada tanggal 12 Desember 2019.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler