Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

BUMN Pariwisata Akan Masuk Holding Aviasi, Anggota DPR: Kurang Tepat

Rabu, 12 Agustus 2020 | 17:54 WIB
Oleh :
Foto :
  • ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Wisatawan berada di kawasan Pantai Canggu, Badung, Bali, Kamis (4/6/2020)

VIVA – Keinginan pemerintah untuk memasukkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pariwisata ke dalam holding aviasi, dianggap sebagai langkah yang kurang tepat. Malah dianggap bisa menjerumuskan sektor ini ke dalam masalah.

Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Ervita Nursanty. Dia khawatir, pariwisata akan tertekan jika digabungkan dalam holding aviasi.

Baca Juga

"Dari luar sepertinya pondasi makin kuat karena bersinerginya kekuatan pariwisata dan transportasi, tapi ingat ini industrinya berbeda-beda, dan dalam situasi kita butuh dorongan kepada pariwisata malah pariwisata akan bisa tertekan akibat cross default dan tidak bisa bergerak karena masalah yang dihadapi BUMN Aviasi,” kata Ervita, di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2020.

Baca juga: Minus 5,3 Persen, Ekonomi RI Diklaim Lebih Baik dari AS dan Jerman

Dia mencontohkan beberapa unit usaha sektor aviasi, yang kini menanggung banyak utang. Seperti PT Garuda Indonesia (Persero) maupun PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero).  PT Garuda Indonesia (Persero), menurut dia, seperti diberitakan berbagai media, memiliki utang Rp32 triliun per Juli 2020. Kemudian PT Angkasa Pura I (Persero) Rp20 triliun dan PT Angkasa Pura II (Persero) Rp18 triliun.

Read more...
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler