Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Ujaran Kebencian di Medsos akan Menggila saat Pilkada, Modusnya Ada 4

Jumat, 14 Agustus 2020 | 10:12 WIB
Foto :
  • ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Ilustrasi penghitungan suara saat Pilkada Serentak 2018 di Tasikmalaya, Jawa Barat.

VIVA – Ujaran kebencian diprediksi akan meningkat alias menggila terutama di media sosial sepanjang rangkaian penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2020, menurut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sedikitnya ada empat ujaran kebencian yang bermuatan politik atau black campaign yang, menurut Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, sering muncul dalam pilkada. Pertama, memanfaatkan politik identitas oleh para kandidat dan tim sukses, seperti pidato politik yang cenderung mengarah politik identitas yang bermuatan sentimen suku, ras, agama dan antargolongan (SARA).

Baca Juga

Kedua, kata Dewi dalam diskusi secara virtual pada Jumat, 14 Agustus 2020, kampanye hitam dengan bentuk penyampaian pesan yang bersifat provokatif pada masyarakat, dan memanfaatkan tempat tempat ibadah atau saat acara acara keagamaan.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler