Sosok Syekh Ali Jaber, Dakwahnya Sejuk dan Jago Masak Makanan Arab

Syekh Ali Jaber memberikan tauziah kepada jemaah di Masjid Khadijah, Kota Malang
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Lucky Aditya.

VIVA - Syekh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber lahir di Madinah Februari 1976. Dia adalah penceramah agama papan atas Indonesia.

Penyampaian dakwahnya jelas dan menyejukkan. Dia juga seorang penghapal Alquran yang rutin keliling Indonesia demi syiar Islam.

Baca juga: Polisi: Penusuk Syekh Ali Jaber Sadar, Tidak Alami Gangguan Jiwa

Musibah baru saja dia alami saat mengisi pengajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang, Lampung pada Minggu, 13 September 2020 lalu. Tangan sebelah kanannya ditusuk dengan pisau oleh Alpin Adrian.

Dengan tangan diperban dia tetap menyempatkan diri bertemu dengan para jemaah di Masjid Khadijah, Jalan Arjuna, Kota Malang, Kamis, 17 September 2020.

Asisten pribadinya, Abu Aras, mengungkapkan. Selain menyampaikan tauziah kepada jemaah di masjid.

Syekh Ali Jaber juga masak bersama di restauran Baitul Maqdis yang berada di seberang Masjid Khadijah. Dia mengungkapkan bahwa Syekh Ali Jaber ternyata jago memasak makanan khas Arab.

"Kegiatan hari ini buka bersama, masak bersama dan tauziah. Beliau memasak nasi bukhari, salah satu dari sekian banyak jenis nasi khas Arab," kata Abu Aras.

Abu Aras telah menjadi asisten pribadi Syekh Ali Jaber selama 8 tahun. Dia mengungkapkan selain soson ulama kenamaan, Syekh Ali Jaber juga andal dalam memasak.

Ilmu memasak dia dapat secara otodidak. Belajar dari ibunya, dan sisanya merupakan pengalaman memasak selama menempuh ilmu di Madinah.

"Memang beliau punya hobi masak sejak dulu, belajar secara otodidak hasil belajar dari ibunya, hidupnya mandiri kan saat belajar di Madinah. Rata-rata masakan Arab bisa dimasak beliau," ujar Abu Aras.

Syekh Ali Jaber memang seorang ulama yang sabar dan menyejukkan. Ketika baru saja tiba di Restauran Baitul Maqdis, Kota Malang sebelum memasuki masjid untuk menjadi imam salat dan bertauziah.

Dia berpesan agar jemaahnya tidak terprovokasi oleh insiden penusukan yang dia alami. Syekh Ali Jaber menganggap insiden yang dia alami merupakan teguran dari Allah SWT.

"Jadi tolong jemaah sekalian jangan terpancing dan terprovokasi dengan kejadian itu, jadi mohon sabar dan tenang. Jangan dikaitkan dengan isu manapun. Itu adalah ujian dari Allah SWT, dan saya tidak punya musuh dimana pun dan Insyaallah dengan kejadian ini untuk kita tetap bersatu. Untuk bersama-sama membangun Indonesia," tutur Syekh Ali Jaber.

Kedatangan Syekh Ali Jaber di Malang sendiri dikawal oleh puluhan personel Polresta Malang Kota. Kapolresta Malang Kota Komisaris Besar Polisi Leonardus Simarmata bahkan turun langsung mengawal kegiatan Syekh Ali Jaber.

Beberapa personel Banser NU Kota Malang pun juga tampak memberikan pengawalan ketat kepada Syekh Ali Jaber.