Jatim Bebas Zona Merah COVID-19, Khofifah Tak Kendor Operasi Yustisi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersepeda keliling Kota Malang.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Lucky Aditya (Malang)

VIVA – Provinsi Jawa Timur masih mempertahankan status bebas zona merah  COVID-19 dalam dua pekan terakhir. Kendati begitu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa ogah lengah. Bersama instansi mitra, ia tetap menggencarkan testing, baik untuk screening dan tracing, dan operasi yustisi agar penyebaran COVID-19 tetap bisa ditekan.

Khofifah mengatakan, data per Minggu, 18 Oktober 2020, penggunaan rapid test baik antibodi maupun antigen untuk kegiatan screening dan tracing di Jatim mencapai 1.005.807 sampel. Dari jumlah itu, ditemukan 84.436 kasus yang reaktif dan ketika di-follow up dengan menggunakan PCR ditemukan 15.247 kasus positif COVID-19.

Khofifah bersyukur karena merasa aparatnya konsisten melakukan screening dan tracing secara masif. Menurutnya, upaya itu turut membantu menurunkan penularan COVID-19 di wilayahnya. Sebab kasus aktif COVID-19 di Jawa Timur tinggal 5,56 persen. "Saat ini screening dan tracing di Jatim berkontribusi terhadap hampir sepertiga temuan kasus COVID-19 di Jawa Timur," kata Khofifah di Kabupaten Pacitan.

Baca: Meluruskan 7 Mitos Seputar Masker yang Beredar di Masyarakat

Ia menjelaskan, screening di Jawa Timur difokuskan pada lokasi yang berisiko tinggi, utamanya terhadap mereka yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19. Selain screening, upaya lain yang menurutnya efektif menekan penularan COVID-19 ialah operasi yustisi yang sampai sekarang terus digalakkan di seluruh daerah di Jawa Timur.

Khofifah kembali mengingatkan, meski kasus COVID-19 di Jatim mengalami penurunan, protokol kesehatan harus terus dipatuhi dan masyarakat tidak perlu takut untuk dilakukan screening. Karena, kata dia, meski telah terjadi penurunan kasus, bukan berarti COVID-19 di Jawa Timur telah usai. "Karenanya jangan sampai kendor untuk terus patuh protokol kesehatan," ujarnya.

Kota Surabaya yang sejak awal pandemi menjadi episentrum penyebaran COVID-19 di Jatim juga mulai terkendali. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya Febriadithya Frajatara, dalam kesempatan terpisah, meminta masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan agar capaian itu bertahan. "Karena obat COVID-19 paling efektif adalah disiplin pakai masker, tertib cuci tangan, dan menjaga jarak," ujarnya.

#ingatpesanibu
#jagajarak
#pakaimasker
#satgascovid19
#cucitanganpakaisabun