Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Pilkada

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Indonesia Masuk Resesi, Rizal Ramli Sebut Tak Mengejutkan

Selasa, 3 November 2020 | 11:31 WIB
Foto :
  • VIVAnews/Andry Daud
Rizal Ramli dalam acara Indonesia Lawyers Club tvOne

VIVA - Ekonom senior, Rizal Ramli, menilai pernyataan Presiden Jokowi terkait dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 yang diperkirakan masih negatif dan membuat Indonesia resmi masuk dalam jurang resesi bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Alasannya, sejak awal tim ekonomi tidak memiliki terobosan dalam membangkitkan perekonomian yang tengah terpuruk.

"Tidak ada surprise, sudah diperkirakan sejak awal tahun 2020 karena kebijakan ekonomi super-konservatif dan neoliberal yang sudah gagal. Pertanyaan yang lebih penting, apa yang akan dilakukan Jokowi, mengulangi cara yang sama yang telah berulang gagal? Atau ubah strategi dan pecat menteri neoliberal dan KKN?" kata Rizal Ramli yang juga mantan anggota tim panel ekonomi PBB, Selasa, 3 November 2020.

Baca Juga

Baca juga: Rizal Ramli: Tahun ke-6 Pemerintahan Jokowi, Indikator Ekonomi Merosot

Pada Agustus 2020, Rizal telah menyatakan bahwa perekonomian Indonesia sudah masuk dalam resesi sejak kuartal II tahun 2020. Penilaian Menko Ekuin pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu didasarkan pada rumusan yang lazim di dunia internasional.

"Kita bisa lihat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 yang sebesar 2,97 persen sudah mengalami kontraksi 2 persen dibandingkan dengan kuartal IV 2019 yang tumbuh 4,97 persen. Kemudian pada kuartal II, pertumbuhan ekonomi lagi-lagi terkontraksi -5,32 persen atau minus 4,19 persen ketimbang kuartal I 2020. Kalau berdasarkan rumusan dunia internasional bila ekonomi terus merosot selama dua kuartal ya berarti resesi," kata Rizal lagi.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler