Gatot Diberi Bintang Mahaputera, Pakar Kritik Cara Presiden Jokowi

Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA – Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis, mempertanyakan rencana Presiden Joko Widodo memberikan penghormatan kepada mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo.

Menurut Margarito, Jokowi tak bisa tiba-tiba menyebut nama Gatot karena mesti ada yang mengusulkannya terlebih dahulu. Dia mempertanyakan prosedur penghargaan Bintang Mahaputera untuk Gatot.

"Pertama begini, dengan cara apa pemerintah, presiden, itu sampai pada nama Gatot nurmantyo. Siapa yang menemukan nama ini? Saya mesti jujur bilang dengan segala hormat kepada Menko Polhukam, negara tidak punya kewajiban secara normatif memberikan penghargaan kepada warga negara atau orang asing yang berjuang, sebut saja memerdekakan Indonesia, tidak," kata Margarito, Jumat, 6 November 2020.

Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Gatot Nurmantyo Akan Dianugerahi Bintang Mahaputera

Menurut Margarito, Undang-undang nomor 20 tahun 2009 yang menjadi dasar pemberian penghargaan ini, diundangkan pada waktu Andi Mattalatta jadi Menteri Hukum dan HAM. Saat itu, tak mengatur kewajiban negara memberikan penghargaan kepada warga negara atas nama alasan apa pun itu.

"Jadi, bagaimana sekarang pemerintah menemukan nama Gatot nurmantyo, satu siapa pemerintah itu?" kata Margarito.

Kata dia, meskipun Presiden Jokowi adalah seorang kepala negara namun tak bisa tiba-tiba menunjuk Gatot untuk menerima penghargaan Bintang Mahaputera.