Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Jimly: Ormas Tak Terdaftar Dapat Dinyatakan Organisasi Terlarang

Senin, 23 November 2020 | 10:11 WIB
Foto :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto
Jimly Asshiddiqie

VIVA –  Mencuat permintaan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman
agar ormas Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Status FPI sebagai ormas pun saat ini sudah tak terdaftar di Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri.

Terkait mencuatnya isu itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyampaikan pandangannya. Menurut dia, saat ini sudah perlu dilakukan revisi Undang-undang Ormas.

Baca Juga

Menurut dia, saat ini mesti ada perbedaan antara ormas dengan organisasi politik atau orpol. Kata dia, orpol itu bisa berbentuk parpol tapi bukan parpol.

“Saatnya ormas dan orpol dibedakan & pisahkan. Orpol dpt brbntk parpol atau organisasi afiliasi parpol dengan tujuan politik tetapi tidak sebut diri parpol. Sedangkan ormas harus netral politik dan tidak berparpol. Pembubaran parpol/orpol yang melanggar hukum oleh MK, sedangkan ormas oleh MA. UU mesti direvisi,” tulis Jimly dalam akun twitternya @JimlyAS yang dikutip, Senin 22 November 2020.

Jimly menambahkan status ormas perlu terdaftar di Kemendagri sebagai badan hukum resmi. Hal ini penting agar setiap kegiatan dan transaksi bisa diakui. Ia bilang UU Ormas bisa direvisi seperti proses metode pembuatan Omnibus Law.

Jika tidak terdaftar semua aktivitasnya dan transaksi keuangan dalam transaksi hukum tidak diakui dan dapat dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Untuk itu UU ormas perlu revisi dengan metode omnibus sekalian dengan UU parpol dan UU pemilu dll,” ujarnya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler