Ingat Masa Kecil, Moeldoko Pamer Makan di Warung Pinggir Jalan Jonggol

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko saat makan di pinggir jalan.
Sumber :
  • Instagram @dr_moeldoko

VIVA – Usai kasus kudeta partai Demokrat yang menghebohkan dan menyeret nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, kini mantan Panglima TNI itu memamerkan aktivitas santainya dalam instagram pribadinya.

Moeldoko terlihat sedang asik menikmati sepiring makan di sebuah warung makan pinggir jalan yang sangat sederhana. Aktivitas santainya itu, diketahui saat dirinya sedang berlibur pada akhir pekan lalu.

"Menikmati akhir pekan di warung pinggir jalan kawasan Jonggol," kata Moeldoko dikutip VIVA, dari Instagramnya @dr_moeldoko, pada Selasa 16 Februari 2021.

Adapun warung sederhana yang didatangi Moeldoko tersebut terlihat sangat sederhana sekali, yang terlihat dari gantungan kerupuk di atas kepalanya dengan meja dan kursi dari sebuah kayu.

Moeldoko mengatakan suasana saat menyantap sepiring nasi tersebut mengingatkan dirinya pada kenangan masa kecilnya di kampung halaman. Adapun warung tersebut mempunyai pemandangan sawah dengan gemericik aliran sungai kecil di sampingnya.

"Gemericik aliran sungai membawa kenangan masa kecil di kampung halaman," tulis Moeldoko.

Seperti dikutip dari VIVA Militer sebelumnya, masa kecil dari Moeldoko sangatlah memprihatinkan. Namun berkat tekad dan kerja keras, Moeldoko mampu mengangkat derajat hidupnya dan keluarga menjadi lebih baik.

Moeldoko yang lahir pada 8 Juli 1957 di Kediri memiliki keluarga yang sangat kekurangan. Sebab, Moeldoko sampai sempat menjadi tukang memecah batu hanya untuk mencari makan buat keluarganya dan uang jajan sekolah. 

Yang lebih miris, kedua orang tua Moeldoko sampai tidak mampu membeli beras hingga akhirnya hanya bisa makan jagung dan ubi. "Awalnya enggak kebayang, wong kehidupan saya di kampung seperti itu. Bisa seperti sekarang ya enggak masuk akal lah," ucap Moeldoko.

"Harga beras mungkin karena enggak terjangkau, kita biasa makan jagung, makan ubi. Mungkin karena lingkungannya sama, jadi ya biasa-biasa saja," katanya.

Moeldoko mengisahkan, ia sempat ikut sang kakak yang disebutnya mendapatkan proyek dalam bisnis batu saat masih menjadi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain menjadi pemecah batu, Moeldoko juga sedikit menceritakan bagaimana ia harus mengambil jatah minyak di pagi hari sebelum berangkat sekolah.

Hidup susah di masa kecil, ternyata membuat Moeldoko memiliki mental yang kuat. Keprihatinan mendidik Moeldoko semakin kuat untuk menghadapi hidup hingga memutuskan mengabdikan diri kepada negara sebagai anggota TNI.