Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Hinca Pandjaitan Minta Polisi Bubarkan KLB Ilegal

Jumat, 5 Maret 2021 | 01:10 WIB
Foto :
  • VIVA/ Lilis Khalisotussurur.
Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.

VIVA – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan meminta pihak Kepolisian membubarkan Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal yang tidak ada izinnya. 

Seperti diketahui, saat ini beredar isu bahwa KLB Partai Demokrat digelar di salah satu hotel di Sumatera Utara.

Baca Juga

Hinca mengatakan, Polri baik itu Mabes maupun Polda sama sekali tidak memberikan izin penyelenggaraan KLB, dan dapat dipastikan jika penyelenggaraan KLB itu tetap digelar maka itu ilegal. Hinca meminta kegiatan KLB tersebut dibubarkan.

"Karena penyelenggaraan KLB itu tidak ada izinnya maka negara (polisi) harus membubarkannya demi hukum. Jika tidak dibubarkan maka negara membiarkan pelanggaran hukum itu. Kita protes keras," kata Hinca kepada wartawan, Kamis malam, 4 Maret 2021

Hinca juga membantah adanya klaim yang menyebut bahwa KLB tak bisa dibubarkan karena alasan urusan internal partai. Menurut Hinca, hal tersebut keliru. Penyelenggaraan KLB ilegal ini, kata Hinca, diduga melibatkan pihak eksternal.

"Jadi tidak benar ini urusan internal semata tapi sudah melibatkan pihak eksternal. jadi memang harus dibubarkan. Jika tidak dibubarkan, polisi dan istana telah melakukan pembiaran pelanggaran hukum dan perusakan demokrasi kita secara permanen," ujarnya

Pada masa pandemi COVID-19 ini, Hinca meminta agar para pihak mengutamakan keselamatan dan kesehatan manusia. Hinca menekankan penyelenggaraan KLB ilegal tersebut harus dihentikan karena telah melanggar hukum dan melanggar protokol kesehatan. 

"Pak SBY, Mas AHY sebagai Ketum PD dan semua kader Partai Demokrat menuntut keadilan dari negara yang harusnya melindungi Partai Demokrat yang secara sah diakui negara dan didaftar secara hukum di Kemenkumham. Ini adalah kematian demokrasi yang diinginkan negara. Ini berbahaya dan mengancam kehidupan kita berbangsa dan bernegara," ujarnya
 

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler