Periode Peralihan Musim, Waspada Fenomena Cuaca Ekstrem

Waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan ombak besar
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

"Kecepatan downdraft dari awan Cb tersebut cukup signifikan sehingga dapat mengakibatkan butiran es yang keluar dari awan tidak mencair secara cepat di udara, dan bahkan sampai jatuh ke permukaan bumi masih dalam bentuk butiran es yang dikenal dengan fenomena hujan es," jelasnya.

Dalam sepekan ke depan, lanjut dia, dinamika atmosfer yang diidentifikasi masih dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Hal ini dengan teramatinya sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik Timur Filipina dan di Samudera Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara, yang dapat mengakibatkan terbentuknya pola konvergensi dan belokan angin. 

Kondisi tersebut bisa meningkatkan pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia. Sebab, hal ini diperkuat dengan adanya fenomena Gelombang Rossby Ekuatorial yang diprediksikan masih cukup aktif di sekitar wilayah Indonesia bagian barat.

Maka itu, masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat hingga hujan es. Pun, dampak lain yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin selama memasuki masa pancaroba tahun ini.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah berikut:

1. Aceh

2. Sumatera Utara

3. Sumatera Barat

4. Banten

5. Jawa Barat

6. Jawa Tengah

7. DI Yogyakarta

8. Jawa Timur

9. Bali

10. Nusa Tenggara Barat

11. Nusa Tenggara Timur

12. Kalimantan Timur

13. Kalimantan Utara

14. Kalimantan Selatan

15. Sulawesi Utara

16. Sulawesi Tengah

17. Sulawesi Selatan

18. Sulawesi Tenggara

19. Maluku

20. Maluku Utara

21. Papua Barat

22. Papua.