Manggarai Timur NTT Fakir Sinyal Internet, 79 Area Blind Spot

Siswi SMP di Manggarai Timur NTT belajar di atas bukit demi sinyal internet
Sumber :
  • Jo Kenaru/ Manggarai-NTT

VIVA – Kepala Dinas Kominfo Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Boni Sai mengaku telah menerima laporan masalah internet selama pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Digital (USBD) tingkat SMP yang berlangsung pada tanggal 12-15 April 2021.

Menurut dia, persoalan koneksi internet di Manggarai Timur memang selalu dikeluhkan oleh masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah tampaknya tidak bisa berbuat banyak sebab masalah ini merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Namun Boni Sai mengaku telah mengajukan usulan penambahan Base Transceiver Station (BTS) atau tower internet kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui aplikasi Pasti Bakti.

"Kita sudah ajukan permohonan melalui aplikasi Pasti Bakti dimana seluruh wilayah sekolah yang di Manggarai Timur baik SD, SMP, SMA dan desa kita sudah upload ke aplikasi Pasti Bakti dan sampai saat ini kita masih menunggu jawaban dari Kementerian Kominfo," tuturnya.

Meskipun sebelumnya Kominfo telah memasang perangkat internet berkecepatan tinggi di 14 sekolah di Manggarai Timur, namun hal itu belum bisa mengatasi masalah koneksi internet di daerah itu.

"Tahun 2019 kemarin ada beberapa infrastruktur yang dibangun di 14 sekolah ada yang super wi-fi. Dan pelaksanaan ujian berbasis digital di sekolah-sekolah itu berjalan dengan lancar namun di wilayah wilayah lain seperti di wilayah Elar, Elar Selatan, Kota Komba masih susah," ujarnya.
 
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa jumlah blind spot atau wilayah yang belum tersambung jaringan internet di Manggarai Timur berjumlah 79 titik tersebar di Kecamatan Elar, Elar Selatan, Lambaleda Utara, Kota Komba dan beberapa lokasi di wilayah Kecamatan Borong.

"Blind spot terbanyak yang terbanyak itu ada di Elar,Elar Selatan, Kota Komba dan Lambaleda Utara," paparnya.

Sebelumnya, siswa-siswi kelas IX SMP Negeri Satu Atap (Satap) Munde dan SMPN 04 Kota Komba terpaksa melaksanakan ujian online di bawah tenda darurat dan di atas perbukitan untuk mencari titik yang memiliki jaringan internet.

Kepala Sekolah SMPN Satap Munde, Robertus Jani mengungkapkan, setelah internet di sekolahnya hilang total, ia dan guru-guru berpencar mencari titik yang memiliki jaringan internet. Untung saja mereka menemukan spot internet di Bukit Sikuara berjarak 5 kilometer dari SMPN Satap Munde.

"Ke bukit ini kita jalan 5 kilometer. Mudah-mudahan sinyal di sini tidak hilang lagi. Tadinya waktu tryout di sekolah kami ada sinyal internet tapi begitu ujian tiba-tiba internet hilang dan kami pusing mencari sinyal dan di Sikuara yang cukup kencang," kata Kepsek Jani kepada VIVA
 
Laporan: Jo Kenaru/NTT Manggarai Timur