Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

PKB Sebut Kemendikbud Telah Disusupi Kekuatan Kontra NKRI

Jumat, 23 April 2021 | 00:04 WIB
Foto :
  • Kemdikbud.go.id
Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. (Foto ilustrasi)

VIVA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim, menilai silaturrahmi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum cukup mengatasi Polemik hilangnya nama KH Hasyim Asy'ari dalam Kamus Sejarah Indonesia. Luqman menilai harus ada langkah lanjutan dari Kemendikbud berupa evaluasi total seluruh dokumen sejarah yang telah diterbitkan negara.

"Bagi saya, tidak dicantumkannya nama KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam Kamus Sejarah Indonesia yang disusun Kemendikbud, bukanlah kelalaian atau kekhilafan," kata Luqman kepada wartawan, Kamis 22 April 2021. 

Baca Juga

Lebih lanjut, Luqman menduga Kemendikbud telah disusupi kekuatan kontra NKRI yang ingin memecah belah bangsa Indonesia dengan mendiskriminasikan kelompok-kelompok tertentu di dalam masyarakat melalui penulisan sejarah, dalam hal ini kelompok NU.
 
Politikus PKB ini menambahkan, jika klarifikasi dan permintaan maaf Nadiem Makarim ke PBNU tidak dilanjutkan dengan evaluasi total seluruh dokumen sejarah yang telah diterbitkan negara, maka kehadiran Nadiem Makarim ke PBNU hanyalah sekedar upaya mencari suaka politik. Nadiem melakukan hal itu dengan alasan agar tidak dicopot oleh Presiden Jokowi.
 
"Oleh karena itu, saya meminta kepada Presiden Jokowi agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kemendikbud sehingga dapat dibersihkan dari kekuatan yang ingin memecah belah bangsa," ujar Luqman.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler