Ratusan Pekerja Migran Akan Dipulangkan dengan Kapal

Sejumlah pekerja migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara, menunggu giliran untuk pemeriksaan swab oleh Satgas Penanganan COVID-19 pada 22-23 April 2021.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Pemerintah menyiapkan kapal untuk membantu pemulangan pekerja migran yang sudah selesai menjalani karantina COVID-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau.

"Sudah disiapkan KM Kelud, yang akan berangkat tanggal 5 Mei 2021 pukul 15.00 WIB," kata Komandan Kodim 0316/Batam Letnan Kolonel Kav Sigit Dharma Wiryawan selaku Ketua Satuan Tugas Pemulangan Pekerja Migran Indonesia Kota Batam usai rapat penanganan COVID-19 di Batam, Selasa, 4 Mei 2021.

Satuan Tugas masih mendata pekerja migran Indonesia (PMI) yang bisa dipulangkan menggunakan KM Kelud. Mereka bisa pulang ke daerah asal setelah selesai menjalani karantina selama lima hari dengan hasil pemeriksaan usap negatif pada hari pertama tiba di Batam dan hari kelima karantina.

"Sementara, di data kita yang hasil tes usap pertamanya negatif ada 218 orang, bisa keluar hari ini kalau hasilnya negatif lagi," katanya.

Ia mengatakan bahwa Satuan Tugas mempersilakan pekerja migran yang selesai menjalani karantina pulang ke daerah asal secara mandiri pada Selasa atau menumpang KM Kelud pada Rabu (5/5).

Pekerja migran yang sudah selesai menjalani karantina dan tidak tertular virus corona bisa pulang ke kampung halaman sebelum larangan mudik berlaku mulai 6 sampai 17 Mei 2021.

"Kayaknya hari ini sudah banyak yang pesan kapal dan pesawat. Mereka sedang menunggu hasil swab (pemeriksaan sampel usap saluran nafas). Mudah-mudahan yang kemarin kami cek hari ini bisa keluar," kata Sigit.