Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Ganjar: yang Larang Mudik Itu Siapa? Mudik Silahkan

Senin, 10 Mei 2021 | 04:53 WIB
Foto :
  • Intagram @ganjar_pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

VIVA – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dengan santai menjawab mengenai larang mudik yang digaungkan pemerintah pusat. Bagi dia, kebijakan itu perlu dimaknai secara utuh dan jernih, bukan secara emosi. Pemerintah pusat, kata Ganjar, tidak melarang masyarakat mudik. Mudik bisa tetap berlangsung dengan cara virtual seperti tahun kemarin menyesuaikan masa pandemi COVID-19.

"Sing ngelarang mudik iki yo sopooo (yang ngelarang mudik itu siapa)? Mudik itu boleh silakan, monggo. Ajak anak istri saudara atau siapa pun untuk mudik. Tapi mudiknya virtual saja. eling - elingan. (diingat - ingat). Virtual saja," ujar Ganjar saat menyampaikan pernyataan itu lewat akun Instagramnya @ganjar_pranowo, dikutip VIVA.

Baca Juga

Menggunakan bahasa Jawa, Ganjar memahami grundelan, misuh dan gerutu masyarakat ketika larangan mudik disampaikan. Oleh karenanya dia menyampaikannya pun secara santai sambil menyeruput air dari cangkir klasik yang berada di meja sebelahnya. 

Menurut Ganjar, umpatan atau keresahan disampaikan masyarakat banyak mempertanyakan kenapa tradisi mudik dilarang, tapi di satu sisi tempat wisata, kantor, pasar dan pusat perbelanjaan dibuka. Ada juga unek- unek masyarakat yang menyampaikan bahwa kerap kali pemerintah menyampaikan penanganan COVID-19 di Indonesia sudah baik dan kasus harian sudah menurun. Atau program pemerintah mengenai vaksin COVID.

Pernyataan - pernyataan itu tergambar jelas disampaikan masyarakat kala merespons kebijakan larangan mudik.

"Ada juga konco jenengan, yang masha Allah galaknya minta ampun. Kalau nulis komentar di medsos 'peraturan opo kui'," tutur Ganjar menjabarkan keresehan masyarakat yang dia amati lewat media sosial atuapun kanal lainnya.

Ganjar masih mengingat kala meminta masyarakat tidak mudik di tahun lalu. Saat itu ajakan disampaikan bisa dikatakan di awal masa pandemi, ketika semua aturan masih berubah- ubah. Masa libur panjang di tahun lalu, tidak hanya pada mudik lebaran, nyatanya telah memakan banyak korban. Banyak tenaga medis kerja siang - malam, bukan hanya berjuang menyelamatkan tapi juga bergururan.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler